Rp 3,6 M dari Dana Publik Tak Ada yang Dialokasikan untuk Santunan Satinah dan Keluarga

- detikNews
Jumat, 04 Apr 2014 08:06 WIB
Jakarta - Koordinator Buruh Migran Anis Hidayah menjamin pertanggungjawaban dana publik yang nilai total Rp 3,6 miliar untuk pembayaran diyat Satinah akan dilakukan secara transparan dan akuntabel. Dana itu terdiri dari Rp 2,8 miliar di Duta Buruh Migran Melanie Subono dan Rp 800 juta di Disnakertrans Jateng.

"Kita akan sampaikan ke publik, ini mau diapakan," jelas Anis saat berbincang dengan detikcom, Jumat (4/4/2014).

Anis juga menegaskan, tak ada dari dana itu yang dialokasikan untuk santunan Satinah dan keluarga. "Satinah itu nanti biar pemerintah yang mengurus," jelas dia.

Anis menegaskan, belum ada rencana dana sebesar itu akan dikemanakan. Migrant Care dan Melanie Subono yang selama ini berjuang mengumpulkan dana untuk pembayaran diyat Satinah, akan menyerahkan dan berkonsultasi dengan publik.

Bukan apa-apa, masih ada lebih dari 100 TKI Indonesia yang terancam hukuman mati. Tentu mereka juga membutuhkan bantuan. "Tapi dana ini milik publik, kita akan sampaikan ke publik dan kita serahkan ke publik bagaimana," imbuhnya.

Diyat atau pembayaran tebusan Satinah 7 juta riyal atau senilai Rp 21 miliar sudah dibayarkan pemerintah. Namun sebelum itu, Anis dan rekan-rekannnya aktivis buruh migran bergerak mencari dana untuk diyat Satinah yang terancam hukuman pancung karena membunuh majikannya, karena tak tahan kerap dianiaya.



(ndr/tfn)