DetikNews
Kamis 09 Januari 2014, 15:07 WIB

Operasi Jaring Motor

Razia Parkir Liar Tak Efektif, Ini Penyebabnya.

- detikNews
Razia Parkir Liar Tak Efektif, Ini Penyebabnya. Razia cabut katup pentil digelar karena banyak kendaraan parkir liar. (Foto: detikcom)
Jakarta - Berbagai cara telah dilakukan pemerintah provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan untuk menangani parkir liar. Mulai dari penggunaan derek untuk menarik mobil yang parkir sembarangan, penggunaan gembok, cabut pentil, hingga jaring motor.


Sayangnya, upaya itu tak kunjung berhasil memberantas parkir-parkir liar di Ibukota. Pengamat Transportasi dari GIZ SUTIP, Achmad Izzul Waro mengatakan langkah penertiban tersebut tak efektif karena tidak dilakukan secara sistemik.

“Bagi Dinas Perhubungan, cara itu saya nilai cukup kreatif, tapi itu justru buruk secara umum karena justru menunjukkan adanya kelemahan sistem yang mengandalkan kegiatan yang sifatnya sporadis, bukan mekanisme kokoh yang sistemik,” kata Izzul kepada detikcom, Rabu (8\/1) kemarin.

Kreatifitas itu muncul karena penegak hukum utama, dalam hal ini Kepolisian RI tidak bisa menerapkan perintah UU No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas angkutan jalan. Cara yang paling tepat untuk mengatasi parkir liar, kata Izzul, yakni dengan menerapkan konsep Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE).
 
\\"\\"
 
“Nanti hasil denda dari tilang bisa digunakan untuk subsidi angkutan umum,” kata Izul.

Memang selama ini, aparat kepolisian dilibatkan untuk menindak pengendara yang melanggar rambu, terutama yang parkir sembarangan. Bahkan meski operasi jaring motor dilakukan oleh dinas perhubungan, kendaraan yang terkena razia akan dibawa ke kantor polisi.

Namun, menurut Izul langkah itu juga tak efektif karena terbatasnya jumlah aparat dalam menegakkan hukum secara manual. “Makanya, terapkan sistem E-TLE segera! Karena hal itu juga bisa jadi gerbang atau prasyarat dalam penerapan ERP kelak,” kata dia.

Sistem penilangan elektronik (Elektronic Law Enforcement) sudah menjadi wacana lama di Jakarta. Bahkan nantinya di sepanjang ruas jalan Sarinah – Thamrin akan ada CCTV yang terintegrasi dengan sistem ELE.

Namun rencana itu hingga kini belum terealisasi. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan penerapan sistem ELE ini masih menemui beberapa kendala.

\\"Kendalanya data kendaraan itu belum online semua, data di Polda dengan pajak belum mirip, nanti akan kita sinkronkan datanya,\\" kata pria yang akrab disapa Ahok ini kepada wartawan di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (9\/1\/2014).


Menurut mantan Bupati Belitung Timur itu penerapan tilang sistem elektronik harus terintegrasi dengan kantor Satuan Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat). Sehingga petugas bisa langsung memblokir kendaraan yang tidak membayar tilang.

\\"Kita harap Dispenda lain itu juga sama, ini pekerjaan besar tapi langkahnya sudah bagus,\\" kata Ahok.

Ahok menambahkan, pihaknya saat ini tengah mengalihkan sistem pendataan kendaraan manual ke sistem elektronik (Electronic Registration Identification). Dengan adanya ERI, maka sistem Electornic Road Pricing (ERP) bisa segera diterapkan.



(erd/erd)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed