Kisah Vanny Rossyane, dari Peniup Peluit Hingga Diadili karena Narkoba

Indra Subagja - detikNews
Senin, 06 Jan 2014 12:36 WIB
Jakarta - Cerita soal Vanny Rossyane begitu tragis. Mantan kekasih bandar narkoba Freddy Budiman ini sempat menjadi whistle blower atau peniup peluit karena keberaniannya membongkar fasilitas mewah di LP Cipinang bagi napi berduit.

Lewat pengakuan Vanny, tak hanya fasilitas mewah, belakangan bahkan terbongkar pabrik sabu yang dibangun Freddy di LP Cipinang. Tapi yang terjadi kemudian bertolak belakang. Vanny ditangkap Dit Narkoba Mabes Polri karena menjadi pemakai.

"Dia kena pasal 112 dan 127 KUHP karena memakai narkoba. Vanny sempat direhab di Lido karena pemakai, tapi entah bagaimana tiba-tiba dijemput jaksa dan ditahan di Pondok Bambu," jelas pengacara Vanny, Hazmin, saat berbincang dengan detikcom, Senin (6/1/2014).

Vanny diamankan pada 16 September 2013 lalu di Hotel Mercure Jakarta Barat saat mengkonsumsi sabu. Saat itu dia bersama seorang pria yang hingga kini polisi tak bisa menahan pria itu.

"Narkoba itu dibawa pria itu ke kamar. Vanny datang menemui pria itu di hotel, kemudian pria itu tiba-tiba keluar kamar dan polisi datang," jelas Hazmin.

Dugaan penjebakan pada Vanny muncul. Apalagi mantan kekasihnya, Freddy, yang juga bandar narkoba yang divonis mati kabarnya memiliki pengaruh kuat. Polisi sudah menepis soal penjebakan ini, tapi Hazmin punya alasan kuat.

"Kalau dia pemakai mengapa disidang, lalu pria yang bersama Vanny tak pernah ditangkap," ujar Hazmin.

Kini Vanny menghadapi dakwaan di PN Jakbar siang ini. "Kita siap menghadapi dakwaan jaksa," tutup Hazmin.

(ndr/gah)