detikNews
Kamis 12 Desember 2013, 12:35 WIB

Hamili Mahasiswi UI, Sitok Srengenge Tak Akan Ditahan Polisi

- detikNews
Jakarta - Penyair kondang Sitok Sunarto alias Sitok Srengenge dilaporkan mahasiswi UI atas tuduhan perbuatan tidak menyenangkan setelah mengandung bayi. Pihak kepolisian memastikan, Sitok tidak akan ditahan dalam perkara tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, jika nanti status Sitok ditingkatkan sebagai tersangka, Sitok kemungkinan tidak akan ditahan polisi. Alasannya karena pasal perbuatan tidak menyenangkan yang dituduhkan korban kepada Sitok, ancamannya di bawah lima tahun penjara.

Di samping itu, lanjut Rikwanto, penahanan murni merupakan subjektifitas penyidik. Namun dipastikan, proses hukum terhadap Sitok tetap berlanjut.

\\\"Iya (tidak ditahan), sesuai pasal (ancamannya di bawah lima tahun penjara). Penahanan seseorang itu tergantung pasal dan subjektifitas penyidik. Yang jelas penyidikannya tetap dilakukan,\\\" ujar Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (12\/12\/2013).

Sementara itu, penyidik belum mengagendakan pemeriksaan terhadap Sitok. Sitok baru akan diperiksa setelah pemeriksaan pelapor dan saksi-saksi selesai.

\\\"Untuk terlapor belum dijadwalkan. Setelah pemeriksaan saksi cukup, ada barang bukti yang disita, baru diperiksa terlapor,\\\" imbuh Rikwanto.

Sebelumnya diberitakan, korban melapor ke SPKT Polda Metro Jaya didampingi pengacaranya, Iwan Pangka, Jumat (29\/11\/2013) pukul 14.15 WIB. Dalam laporan resmi bernomor LP\/4245\/XI\/2013\/PMJ\/Ditreskrimum, korban melaporkan Sitok dengan tuduhan Pasal 355 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan.

Menurut keterangan pelapor, pada Desember 2012, terlapor berkenalan dengan pelapor di kampus UI saat ada kegiatan kampus. Saat kegiatan itu berlangsung, pelapor menjadi panitia, sementara terlapor menjadi juri. Peristiwa dugaan perbuatan tidak menyenangkan ini bermula ketika pada Maret 2013, terlapor kembali menghubungi pelapor untuk lebih bisa berkomunikasi dengan pelapor.

Selanjutnya, pelapor kemudian diminta oleh terlapor untuk menemuinya di Komplek Salihara, Jalan Ketapang No 7A Pejaten, Jakarta Selatan. Akan tetapi, terlapor kemudian meminta pelapor untuk datang ke kostan terlapor yang terletak tidak jauh dari Komplek Slaihara.

Sesampainya di kost terlapor, pelapor dipaksa masuk ke kamarnya. Setelah berada di dalam kamar, terlapor kemudian mengunci pintu kamar kost dan langsung meraba-raba payudara pelapor, mencium hingga akhirnya menyetubuhi pelapor. Atas perbuatan Sitok ini, korban kini hamil dengan usia kandungan 7 bulan.

Hingga akhirnya pelapor hamil, terlapor tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya itu dan hanya memberikan janji-janji saja. Bahkan terlapor selalu membentak-bentak pelapor. Akhirnya korban melaporkan Sitok atas tuduhan pasal perbuatan tidak menyenangkan.

Sitok dalam keterangannya mengaku khilaf. Sitok juga menyatakan siap bertanggung jawab atas perbuatannya.





(mei/ndr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com