Orangtua 36 Pelajar Pembajak Kopaja Tempuh Jalur Hukum, Disdik Balik Ancam

- detikNews
Sabtu, 16 Nov 2013 08:38 WIB
Jakarta - Orangtua dari 36 pelajar SMAN 46 yang dipindah sekolahkan mengancam penyelesaian melalui jalur hukum dengan pihak sekolah. Namun, Dinas Pendidikan DKI Jakarta (Disdik) tidak gentar hadapi ancaman itu. Justru Disdik mengancam balik bila apa yang sudah ditetapkan pihak sekolah dipermasalahkan secara hukum.

"Kalau ada orangtua atau pengacara yang mau menggugat enggak apa-apa," kata Kadis Pendidikan DKI, Taufik Yudi Mulyanto saat dihubungi detikcom, Jumat (15/11/2013).

Taufik mempunyai alasan mengapa pihaknya tetap keukeuh dengan keputusan memindah sekolahkan para pelajar yang membajak Kopaja 615 Jurusan Lebak Bulus Tanah Abang, 17 Oktober lalu itu.

"Tetapi ingat, bila kembali ke ranah hukum maka perjanjian di kepolisian dicabut. Dan proses hukum silakan berjalan. Kejadian sudah jelas, saksi ada, bukti ada," kata Taufik.

Perjanjian yang dimaksud adalah ketika para pelajar tersebut tidak diproses secara hukum oleh kepolisian karena melakukan pembajakan bus dan dugaan penguasaan senjata tajam, pihak sekolah dan orang tua, kata Taufik, sepakat bila tanggungjawab para pelajar tersebut dikembalikan ke orang tua masing-masing.

"Dengan catatan kami, mereka direkomendasikan pindah ke beberapa sekolah yang sudah direkomendasikan," kata Taufik.

Menurut dia, langkah mengembalikan pelajar yang dinilai melanggar batas aturan sekolah sebenarnya sudah diketahui para orangtua wali sejak anaknya masuk di sekolah tersebut. "Kalau kita menjalankan apa yang sudah disepakati, itu namanya tidak mendidik," tegas Taufik.

(ahy/rna)