DetikNews
Rabu 30 Oktober 2013, 12:08 WIB

Kerugian Akibat Macet di Jakarta Rp 128 Triliun/Tahun, Dua Kali APBD

- detikNews
Kerugian Akibat Macet di Jakarta Rp 128 Triliun/Tahun, Dua Kali APBD Macet di Pancoran
Jakarta - Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) berpendapat bahwa seharusnya Pemprov DKI tak lagi menghitung-hitung keuntungan dalam masalah transportasi umum. Karena perpindahan masyarakat dari satu tempat ke tempat lain adalah hak setiap warga.

\\\"Dalam membangun angkutan umum, saya melihat masih ada perhitungan untung rugi,\\\" ujar Ketua DTKJ Azas Tigor Nainggolan, dalam acara diskusi di kantornya, Jalan Suryopranoto, Jakarta Pusat, Rabu (30\/10\/2013). Hadir dalam diskusi itu Korlap Sudinhub Jakarta Pusat Firmansyah.

Padahal, Tigor manyampaikan bahwa kerugian akibat kemacetan di DKI mencapai angka yang luar biasa.

\\\"Kerugiannya Rp 128 triliun per tahun. Akibat dari polusi, dampak kesehatannya, BBM, dan macet itu stres lho. Itu dua kali APBD DKI,\\\" ujarnya.

DTKJ menyampaikan dukungannya kepada Pemprov DKI untuk terus mengadakan bus TranJ baru pada tahun 2013 ini. Pengadaan transportasi massal merupakan jalan keluar dari kemacetan.

Pemprov DKI telah membeli 664 bus TransJ baru yang akan mulai dikirim pada November nanti.

\\\"Kita beli sekitar 664 bus TransJ. Nanti mulai November dan Desember dikirim,\\\" kata Wagub Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22\/7).




(sip/nrl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed