Minta Upah Rp 3 Juta, Buruh Blokir Pantura di Semarang

- detikNews
Rabu, 30 Okt 2013 11:06 WIB
Angling/detikcom
Semarang - Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Semarang melakukan aksi blokir pantura, sebagai bentuk perjuangan menolak upah murah. Mereka menuntut Gubernur Jawa Tengah menyetujui upah Rp 3 juta per bulan untuk buruh.

Pemblokiran jalan dimulai pukul 09.50 WIB, puluhan motor dan truk yang mengangkut buruh datang dari arah Barat berhenti di pantura di Jalan Siliwangi tepatnya di depan Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Mereka kemudian membunyikan klakson dan mulai berorasi.

"Kita tolak upah murah. Gubernur harus setuju dengan upah Rp 3 juta," kata koordinator aksi, Somad, Rabu (30/10/2013).

Sebanyak 178 personel polisi disiagakan di lokasi dan di ujung tol untuk mengawal jalannya aksi. Dalam aksi tersebut, hampir seluruh badan jalan tertutup, namun petugas kepolisian menertibkan agar sedikit membuka jalan sehingga truk masih bisa melintas.

Kapolsek Semarang Barat Kompol Yani Permana mengatakan pihaknya memberi waktu kepada buruh untuk berorasi di pantura agar tidak bersitegang. "Kami biarkan dulu orasi di sini, yang penting mobil masih bisa lewat," pungkas Yani.

Rencananya, buruh akan menggelar aksi dengan massa yang lebih banyak di depan Balaikota Semarang dan dilanjutkan ke depan gedung Gubernur Jawa Tengah. Massa dari berbagai daerah di Jateng akan berkumpul dan berunjuk rasa.

"Kita akan kumpul di Tugu Muda untuk bertemu rekan-rekan dari timur, nanti kita Walikota dulu!" teriak Somad.

Meski hanya berlangsung sekitar 20 menit, aksi blokir pantura tersebut sempat membuat kemacetan cukup panjang. Kendaraan yang melintas hanya mendapat sedikit ruang untuk melewati kerumunan buruh yang berorasi.

(alg/nrl)