Jenderal Timur Minta Kapolri Sutarman Ungkap Kasus Penembakan Polisi

- detikNews
Senin, 28 Okt 2013 12:32 WIB
Jakarta - Jenderal Timur Pradopo menyerahkan memo tugas kepolisian kepada Kapolri baru Komjen Sutarman. Salah satu tugas yang menjadi prioritas adalah pengusutan pelaku teror penembakan terhadap polisi yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Secara formal saya sudah membuat laporan mana yang sudah dilaksanakan dan mana yang belum," kata Jenderal Timur Pradopo, usai acara 'Penyampaian Memori Serah Terima Jabatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia', di Rupatama Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (28/10/2013).

"Contoh, pengungkapan kasus penembakan anggota polis, saya kira begitu kan," imbuh Timur dengan penuh sumringah.

Jenderal Timur optimistis di bawaj kendali Kapolri yang baru hal itu dapat diselesaikan. "Siapapun yang ditunjuk, untuk pelaksaan itu kita optimis. Kalau tidak repot kita," kata Timur.

Selama menjabat, Timur menyatakan dirinya telah banyak melaksanakan tugas yang dibebankan kepada kepolisian. Namun, dia tidak memungkiri ada pula pncapaian tugas yang belum terlaksana.

"Nah, itulah nanti yang dilanjutkan oleh Pak Sutarman," ujar Timur.

Saat ini Timur dibebastugaskan sambil menunggu pensiun yanh akan tiba Januari 2014 nanti. Apa yang akan dilakukannya setelah lepas dari tanggungjawabnya sebagai Kapolri?

"Saya selama tugas belum pernah cuti. Saya akan menikmati dulu. Wis, pokoe muter-muter," katanya disambut gelaktawa wartawan.

Di tempat sama, Komjen Sutarman mengatakan telah melakukan pengungkapan terkait kasus penembakan polisi. "Mudah-mudah dalam waktu singkat akan terungkap. Tokoh-tokohnya sudah. Sudah enam kita tangkap. Itu sebetulnya sudah terungkap tapi belum seluruhnya," kata Sutarman.

Terkait dengan kesejahteraan anggota, Sutarman berjanji akan memperjuangkan hal itu. "Harus, kesejahteraan anggota diutamakan, kita harus berjuang di DPR, karena yang menetapkan anggaran nanti persetujuan DPR dan dari pemerintah tentu terkait kemampuan anggaran pendapatan belanja negara yang dimiliki," kata Sutarman.

(ahy/lh)