DetikNews
Rabu 02 Oktober 2013, 06:35 WIB

Julita Siap Bertarung di Pengadilan Lagi Demi Tali Pusarnya yang Hilang

- detikNews
Julita Siap Bertarung di Pengadilan Lagi Demi Tali Pusarnya yang Hilang Sidang Tali Pusar
Jakarta - Kasus hilangnya tarif pusar milik Ibu Julita telah diputus oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (Jakpus) kemarin. Majelis melepaskan dua orang terkait kasus tersebut, karena kasus ini dianggap majelis masuk ranah perdata bukan pidana.

Meski sudah diputus hakim, Julita yang mengaku kehilangan tali pusar siap menempuh upaya hukum lainnya. Julita yang menyimpan tali pusar di bank tali pusar di Singapura, siap mencari tali pusarnya lewat ranah hukum perdata.

\\\"Ini sedang diurus dan dipersiapkan untuk gugatan perdatanya,\\\" kata Julita saat berbincang dengan detikcom, Rabu (2\/10\/2013).

Julita sendiri mengaku kecewa dengan putusan hakim karena memvonis bebas dua orang terdakwa. Bagiamana tidak, Julita mengaku sudah membayar ribuan dollar Singapura demi menitipkan tali pusarnya. Rencananya tali pusar itu disimpan untuk dijadikan obat bagi anggota keluarganya yang mengalami sakit.

\\\"Jujur saya kecewa dengan putusan ini, saya tidak terima putusan ini. Sudah berapa tahun saya mengurus ini, kok bisa-bisanya lepas,\\\" keluhnya.

Julita hanya bisa kecewa karena ari-arinya tak diketahui rimbanya. Julita juga berencana mengadukan para majelis ke Komisi Yudisial (KY).

Kemarin, PN Jakpus melepaskan Nani Permadhi dan Yuri Puji Listiyani karena terbukti tidak melakukan tindak pidana penipuan. Sengketa tali pusar anak Julita Indrawadi di Singapura yang dilaporkan hilang murni kasus perdata.

\\\"Memutuskan, mengadili, perbuatan kedua terdakwa bukan merupakan tindak pidana. Maka persengketa itu sebaiknya diselesaikan dengan mediasi di Singapura. Jika tidak bisa diselesaikan dengan mediasi, maka diajukan ke persidangan di Singapura,\\\" putus ketua majelis hakim Kasianus Telaumbanua kemarin di PN Jakpus.

Kasus ini bermula ketika PT Krista Medika menawarkan jasa penyimpanan sel tali pusar kepada Julita pada 2006 silam. Mereka bekerjasama dengan StemCord LTD yang berkedudukan di Singapura. Duduk selaku Dewan Komisaris PT Krista Medika Nani dan Komisaris PT Krista Medika Yuri.

Tahun 2010, saat Julita akan mengambil tali pusarnya, ternyata terjadi masalah. Julita kemudian membawa kasus ini ke jalur hukum. Setelah melalui proses peradilan yang panjang, akhirnya hakim menyatakan kalau tuding Julita bukan masuk ranah pidana.





(rvk/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed