detikNews
Jumat 30 Agustus 2013, 16:44 WIB

Kasus Vonis Palsu Gembong Narkoba di MA, Kejagung akan Eksekusi Salinan Asli

- detikNews
Kasus Vonis Palsu Gembong Narkoba di MA, Kejagung akan Eksekusi Salinan Asli
Jakarta - Masih ingat dengan skandal pemalsuan vonis hukuman gembong narkoba Hengky Gunawan yang dilakukan oleh mantan Hakim Agung Yamani? Yamani dalam sidang Majelis Kehormatan Hakim terbukti memalsukan putusan PK Henky dari hukuman 15 tahun menjadi 12 tahun bui. Yamani sendiri sudah dipecat secara tidak hormat.

Kejaksaan sebagai pelaksana eksekusi akan mengkesekusi putusan asli, yakni putusan yang menghukum Henky 15 tahun bui.

\\\"Putusan aslinya dong,\\\" kata Jaksa Agung Muda Pidana Umum, Mahfud Manan saat dikonfirmasi, Jumat (30\/8\/2013)

Mahfud menjelaskan dalam melaksanakan eksekusi, kejaksaan tidak perlu melakukan upaya hukum lain agar putusan yang dipalsukan diubah sesuai dengan putusan asli.

\\\"Enggak perlu upaya hukum,\\\" ujar Mahfud.

Namun pelaksanaan eksekusi belum bisa dilakukan. Sebab dalam kasus ini putusan masih bisa diubah, misalnya terpidana mengajukan upaya grasi untuk meringankan hukuman.

\\\"Terpidana kan masih bisa grasi, jadi masih panjang,\\\" ucap Mahfud.

Seperti diketahui, kasus ini bermula saat Pengadilan Negeri Surabaya memvonis terpidana kepemilikan pabrik narkoba, Hengky Gunawan, dengan 15 tahun penjara. Di Pengadilan Tinggi Surabaya, Hengky diganjar 18 tahun penjara dan di tingkat kasasi MA, Hengky harus menjalani hukuman mati. Namun dalam upaya PK oleh hakim agung Imron Anwari, Hakim Nyak Pha, dan Ahmad Yamani, hukuman Hengky menjadi 15 tahun penjara.

Awal Desember 2012, Yamani dipecat setelah melalui proses persidangan majelis kehormatan hakim (MKH) karena dinilai memalsu vonis Hengky. Yamani dinilai mengubah putusan PK dari 15 tahun bui menjadi 12 tahun.




(slm/rmd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com