Laporan dari Wassenaar

Dubes Ajak Belanda Terus Ciptakan Situasi Kondusif

- detikNews
Kamis, 22 Agu 2013 14:03 WIB
PM Rutte - Dubes Retno di Resepsi HUT RI ke-68 (es/detikcom)
Wassenaar - Dubes RI Retno Marsudi mengajak Belanda untuk bersama terus-menerus menciptakan situasi kondusif agar hubungan spesial Indonesia-Belanda tetap spesial dalam konteks kekinian. 

Hal itu disampaikan Dubes dalam sambutannya saat bersama Perdana Menteri Belanda Mark Rutte membuka acara resepsi diplomatik dalam rangka merayakan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-68 di residensi resmi Wisma Duta, Wassenaar, Rabu petang atau Kamis (22/8/2013) WIB.

"Mari kita bergandengan tangan, melangkah ke arah hubungan berwawasan ke depan, hubungan yang saling menghormati satu sama lain, hubungan yang membawa manfaat bagi rakyat kita. Indonesia lebih dari siap untuk memiliki hubungan berwawasan ke depan dengan Belanda," ujar Dubes, seraya mengapresiasi kehadiran Perdana Menteri.

Resepsi diplomatik ini untuk pertama kalinya dalam sejarah dihadiri secara lengkap oleh para petinggi Trias Politika Negeri Belanda, baik dari unsur eksekutif, legislatif dan yudikatif, yang menunjukkan suatu keistimewaan dan tingkat kepercayaan tinggi pada kebijakan Dubes dan kedua negara.

Selain Perdana Menteri Mark Rutte, hadir juga Ketua Senat Ankie Broekers-Knol dan Anouchka van Miltenburg dari parlemen, Ketua Mahkamah Agung Geert Corstens, sejumlah menteri kabinet dan pejabat tinggi Kemlu Belanda, serta sekitar 400 tamu dari kalangan korps diplomatik, pebisnis, profesional, akademik, Indonesia Nederland Youth Society (INYS), Sahabat Indonesia, tokoh masyarakat dan media.

Menteri Luar Negeri Frans Timmmermans harus menghadiri sidang parlemen Uni Eropa di Brussel membahas perkembangan Mesir, sehingga kali ini tidak bisa hadir.

Sebelumnya Dubes menyebutkan bahwa sederet kunjungan intensif tingkat tinggi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dan Belanda akan meningkatkan energi positif untuk membuat kedua negara menjadi mitra alami, sejati dan disukai.

Kunjungan-kunjungan itu antara lain rencana kunjungan Perdana Menteri Mark Rutte yang akan membawa sejumlah besar delegasi bisnis ke Indonesia pada November 2013 akan datang.

Kunjungan Menteri Pertahanan Belanda Jeanine Hennis-Plasschaert (Oktober 2013), kunjungan Walikota Rotterdam (September 2013), kunjungan Ketua Mahkamah Agung Belanda Geert Corstens (Maret 2013) dan kunjungan Menteri Luar Negeri Frans Timmermans pada Februari 2013 lalu.

Diaspora

Dubes yang baru saja menjadi pembicara dalam Kongres Diaspora Indonesia ke-2 di Jakarta juga menyampaikan bahwa diaspora adalah kesaksian lain tentang betapa kuat ikatan rakyat Indonesia-Belanda dulu dan sekarang.

Lanjut Dubes, tak bisa diingkari bahwa ikatan semacam ini antara lain berkembang karena hubungan historis antara kedua negara.

Menurut Dubes, apa-apa yang mengikat di masa lalu harus digunakan untuk mengembangkan hubungan kuat Indonesia-Belanda dalam konteks kekinian. Dari masa lalu bersama untuk masa depan bersama.

"Ini adalah tugas kita, terutama pemerintah, untuk menciptakan situasi kondusif agar memungkinkan hubungan istimewa tetap istimewa dalam konteks kekinian," tegas Dubes.

Dubes menyampaikan bahwa Kongres Diaspora Indonesia ke-2 di Jakarta itu dihadiri oleh hampir 10.000 diaspora Indonesia yang tinggal di luar negeri antara lain di Negeri Belanda. Mereka telah menjadi politisi, pengusaha, artis, profesional, dll.

Kongres tersebut memberi kesempatan terbaik kepada diaspora untuk melihat Indonesia baru. Indonesia yang demokratis, Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi lebih dari 6%, Indonesia yang telah menjadi kekuatan ekonomi terbesar ke-16 di dunia. Indonesia dengan potensinya serta tantangannya.

Selama kongres, diaspora Indonesia di Negeri Belanda telah memainkan peran sangat signifikan dan mengendalikan diskusi dalam setiap topik: kota yang nyaman dihuni, kesehatan, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, penampilan artis, budaya serta culinair.

Peran diaspora Indonesia di Negeri Belanda secara khusus juga disinggung oleh Presiden. Mereka kini sedang terlibat dalam pembangunan "desa vertikal" dengan Pemerintah Daerah DKI Jakarta.

Pangeran Johan Friso

Sebelumnya di awal sambutan, Dubes atas nama pemerintah dan rakyat Republik Indonesia menyampaikan sekali lagi rasa belasungkawa yang tulus dan simpati terdalam atas berpulangnya Yang Mulia Pangeran Johan Friso Bernhard Christiaan David, Pangeran van Oranje-Nassau.

"Kami berdoa semoga keluarga kerajaan dan rakyat Belanda diberkati dengan kekuatan dan ketabahan dalam masa berkabung ini," demikian Dubes.

Pangeran Friso tutup usia pada 12/8/2013 dalam usia 44 tahun setelah lebih dari satu setengah tahun mengalami koma akibat kecelakaan saat bermain ski pada liburan musim dingin di Austria (17/2/2012).

Pangeran Friso meninggalkan seorang istri Puteri Mabel dan dua anak Emma Luana Ninette Sophie (8 tahun) dan Puteri Joanna Zaria Nicoline Milou (7 tahun).


(es/es)