Bela Klien, Yusril Ihza Mahendra Gugat Pemerintah soal Pengetatan Remisi

ADVERTISEMENT

Bela Klien, Yusril Ihza Mahendra Gugat Pemerintah soal Pengetatan Remisi

- detikNews
Jumat, 12 Jul 2013 10:08 WIB
Yusril Ihza Mahendra (ari/detikcom)
Jakarta - Mantan Menteri Kehakiman Yusril Ihza Mahendra kembali beraksi melawan pemerintah. Kali ini dia membela kliennya untuk menggugat PP 99/2012 soal pengetatan remisi.

Judicial review ini telah didaftarkan ke Mahkmah Agung (MA). "Pemohon atas nama Rebino dengan kuasa hukum Yusril Ihza Mahendra dengan nomor perkara 51 P/HUM/2013," kata Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Ridwan Mansyur, saat berbincang dengan detikcom, Jumat (12/7/2013).

Yusril menggugat PP 99/2012 tentang Perubahan Kedua Atas PP No 32/1999 tentang Syarat dan Tata cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. Dalam PP tersebut, pemerintah memperketat pemberian remisi bagi terpidana terorisme, narkotika, korupsi, illegal logging dan kejahatan transnasional.

"Yusril menganggap PP tersebut bertentangan dengan UU 12/1995 tentang Pemasyarakatan, UU 39/1999 tentang HAM dan UU 12/2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan," ujar Ridwan.

Aksi mantan Sekretaris Negara melawan pemerintah bukan kali ini. Sebelumnya dia menggugat Jaksa Agung ke Mahkamah Konstitusi (MK) hingga Hendarman Supandji lengser. Setelah itu dia juga menggugat Jaksa Agung yang mencekalnya.

Yusril juga membela klien importir yang ribuan sapinya ditahan Kementerian Pertanian di pelabuhan. Yusril juga aktif membela hak-hak terpidana korupsi untuk mendapatkan remisi ke PTUN. Hingga berita ini diturunkan, Yusril belum bisa dihubungi.


(asp/nrl)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT