Selamat Hari Buku, Masihkan Generasi Muda RI Gemar Membaca?

- detikNews
Selasa, 23 Apr 2013 17:09 WIB
ilustrasi
Jakarta - Hari ini 23 April diperingati sebagai hari buku internasional. Ada yang cukup menarik untuk ditelisik, masihkan generasi muda Indonesia gemar membaca?

"Kini pun hampir bisa dipastikan di balik setiap tokoh-tokoh besar, ada buku-buku yang menjadi referensinya dalam hidup. Hampir dipastikan pula mereka memiliki perpustakaan pribadi di rumahnya. Jika sekarang kita saksikan fakta bahwa generasi muda tidak lagi gemar membaca, bagaimana bangsa ini bisa maju?" kata Anggota Komisi X DPR Raihan Iskandar dalam siaran pers yang diterima detikcom, Selasa (23/4/2013).

Politisi PKS yang juga Panja RUU Sistem Perbukuan Nasional ini melanjutkan di balik bangsa-bangsa yang besar pasti ada buku-buku yang tercipta. Ada buku-buku yang ditulis oleh para filsuf Yunani seperti Socrates, Plato, Aristoteles.

Belum lagi buku-buku karya para ilmuwan Muslim seperti al Kindi yang terkenal dengan kitab al Fihrist-nya, al Farabi, Ibnu Sina yang terkenal dengan kitab Canon Medicine, Ibnu Khaldun yang terkenal dengan kitab Muqaddimah-nya, dan lain sebagainya.

"Buku-buku tersebut kemudian diatur dalam sebuah perpustakaan sehingga siapa pun bisa membacanya. Maka tidak heran jika sejak dulu perpustakaan itu sudah eksis, contohnya perpustakaan Alexandria dan perpustakan di Baghdad," imbuhnya.

Raihan memberi saran pada Perpustakaan Nasional RI dalam visinya ke depan. Dia mengapresiasi apa yang sudah dilakukan, tapi perlu digenjot lagi menuju Indonesia gemar membaca.

"Buatlah program gemar membaca sebagus mungkin agar generasi muda kita keranjingan membaca, agar nantinya lahir tokoh-tokoh besar dari negeri ini," harap Raihan.

Legislator dari Dapil Aceh ini menambahkan, rencana pembangunan gedung megah Perpustakan Nasional RI 24 lantai di kawasan Merdeka Selatan sangat patut didukung. Memang infrastruktur fisik seperti gedung itu sangat penting, tapi yang tidak kalah pentingnya adalah isi dari gedung perpustakaan itu sendiri.

"Koleksi buku yang mutakhir juga harus diutamakan. Supaya masyarakat juga tertarik berkunjung ke perpustakan untuk membaca, bahkan untuk berdiskusi. Visi gemar membaca ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi juga kita semua. Sebagai anggota keluarga, kita punya tanggung jawab agar keluarga kita juga menjadi gemar membaca. Begitu juga di sekolah, masyarakat, kampus, kantor, dan seterusnya," tutupnya.

(ndr/mad)