DetikNews
Rabu 27 Maret 2013, 13:23 WIB

Jokowi Cium Aroma Kepentingan di Balik Kritik Program KJS

- detikNews
Jokowi Cium Aroma Kepentingan di Balik Kritik Program KJS
Jakarta - Gubernur DKI Joko Widodo masih percaya jika program Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang diluncurkan sangat dibutuhkan warga Jakarta. Jika ada pihak-pihak yang menilai itu tidak berhasil, pasti ada kepentingan di balik pernyataan itu.

\\\"Kemudian ada suara-suara yang saya tangkap minta KJS diputus, dihentikan. Ada suara-suara seperti itu. Ya memang ada kepentingan, saya tahu itu. Selama ini program Kartu Jakarta Sehat ini ada yang membelokkan. Dibilang KJS tidak berhasil,\\\" kata Jokowi saat bertemu dengan perwakilan warga di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (27\/3\/2013).

\\\"Saya masih meyakini, saya tiap hari ke masyarakat, saya tahu kebutuhan di masyarakat, keinginan mereka. Kalau di rakyat di masyarakat tidak ada yang minta KJS diputus. Jadi jangan teriak-teriak seperti itu,\\\" sambungnya.

Menurut Jokowi, segala kekurangan dari program ini haruslah segera dibenahi, bukan justru jadi harus dibatalkan. Seperti penambahan alat serta ruangan di rumah sakit.

\\\"Tapi kalau kita buka memang ada problem di lapangan. Seperti ruangan penuh, ICU penuh, IGD juga penuh. Tapi sudah banyak sekali yang sudah kita lakukan. Keputusan di lapangan klas II jadi klas III, tapi belum juga cukup. Iniah problem yang kita hadapi,\\\" lanjut mantan wali kota Solo ini.

Jokowi sendiri mengakui jika kekurangan program KJS masih ada di sejumlah tahap. Namun jika program ini terus ditunda, banyak warga yang bakal rugi.

\\\"Memang masih banyak kelemahan, kekurangan dalam KJS ini. Tapi paling tidak dengan adanya KJS ini, sekarang ada harapan mereka untuk disembuhkan di RS,\\\" tandasnya.




(mok/gah)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed