Kasus Chevron, Saksi: Tersangka Tak Mungkin Hilangkan Barang Bukti

Kasus Chevron, Saksi: Tersangka Tak Mungkin Hilangkan Barang Bukti

- detikNews
Rabu, 21 Nov 2012 13:24 WIB
Jakarta - Sidang praperadilan yang diajukan oleh empat pegawai PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) terhadap Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali dilanjutkan. Di dalam sidang kali ini, salah satu tersangka Bahtiar Abdul Fatah, menghadirkan saksi fakta.

Saksi fakta tersebut merupakan karyawan bagian hukum PT CPI, Gunawan Sjamsudin. Dia menyatakan, tersangka Bahtiar tidak mempunyai akses terhadap barang bukti pada kasus dugaan tindak pidana korupsi yaitu di proyek bioremediasi.

"Bioremediasi itu bukan di bagian pengadaan barang. Di Chevron tugas dan kewajiban tidak bisa saling mempengaruhi," ucap Gunawan, dalam lanjutan sidang praperadilan, di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera, Jakarta, Rabu (21/11/2012).

Menurut Gunawan, tersangka Bahtiar juga tidak pernah meminta salinan kontrak terkait proyek bioremediasi itu. Sehingga dia menilai Bahtiar terlihat tidak mempunyai keinginan untuk menghilangkan barang bukti dan alasan penahanan yang diajukan oleh Kejagung menjadi tidak berdasar.

"Meskipun saya tidak mengetahui sejauh mana akses dari beliau, tapi memang ada batasan-batasan untuk tidak mencampuri urusan bagian lain. Batasan itu bersifat normatif," terangnya.

Selain itu dalam proses penyelidikan, pihaknya selalu merasa kooperatif. Seperti memberikan hal yang diminta oleh Kejagung terkait proyek bioremediasi itu.

"Semua panggilan Kejagung selalu melalui bagian saya. Bahtiar selalu hadir. Kita juga proaktif untuk memberikan data, bantuan kepada kejagung agar membantu proses penyelidikan," ucapnya.

Empat karyawan Chevron yang sudah ditetapkan sebagai tersangka karena dugaan tindak pidana korupsi bioremediasi melakukan gugatan praperadilan. Gugatan ini dalam rangka menggugat upaya penetapan tersangka dan penahanan terhadap keempatnya.

Mereka adalah Manajer Lingkungan Sumatera Light North (SLN) dan Sumatera Light South (SLS) Endah Rumbiyanti, Team Leader SLN Kabupaten Duri Propinsi Riau Widodo, Team Leader SLS Migas Kukuh Restafari, dan General Manager SLS Operation Bachtiar Abdul Fatah.



(riz/lh)