Nias Siapkan 25 Hektar Lahan untuk Remajakan Pohon Karet

- detikNews
Sabtu, 13 Okt 2012 14:37 WIB
Jakarta - Kepulauan Nias akan meremajakan semua pohon karet yang sudah tua. Peremajaan ini guna meningkatkan produktifitas dan penghasilan mata pencaharian masyarakat yang selama ini secara ekonomi tertinggal.

"Kita dari Dinas Pertanian Pemerintah Kota Gunung Sitoli, Kepulauan Nias akan mengembangkan sekitar 25 hektar tanah untuk lahan peremajaan pohon karet pada tahun 2013," kata Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kotamadya Gunungsitoli, Joshua Lase kepada wartawan termasuk detikcom yang mengikuti Media Visi Multi Dono Fund (MDF) Aceh-Nias beberapa waktu lalu.

Alasan peremajaan, lanjut Joshua, hampir semua tanaman pohon karet yang sebagian besar dimiliki masyarakat, juga di Gunung Sitoli sudah berumuar 15-20 tahun. Bahkan akibat gempa yang terjadi tahun 2005 dan 2008 lalu menyebabkan tanaman itu tidak lagi menghasilkan getah karet.

Akibatnya, pengahasilan dan tingkat kesejahteraan masyarakat menurun dan tidak menentu. Dari data tahun 2011, dari luas lahan pohon karet yang dikelola warga seluas 4.566 hektar hanya memproduksi 7.701 ton pertahun.

"Jadi setiap hektar hanya memproduksi 1 koma sekian ton pertahun. Padahal idealnya satu hektar itu bisa menghasilkan 3 ton pertahun," jelas Joshua.

Potensi tanaman karet di 98 Desa dan 3 Kelurahan di 6 Kecamatan. Namun dengan adanya program Nias Islands Livehoods and Economic Development Procejt (Nias-LEDP) yang didanai Multi Donor Fund (MDF) Aceh-Nias sebesar US$ 8,2 juta diharapkan masyarakat bisa menanam karet okulasi unggulan seperti PB-260.

Menurut Joshua, LEDP sendiri sejak masuk Nias tahun 2010 telah mengembangkan Nursery (Lahan Pembibitan) di Kecamatan Gunung Sitoli Idanoi. "Ini merupakan salah satu awal untuk merombak semua pohon dari hasil okulasi unggulan," terangnya.

Dengan berakhirnya program MDF melalui Nias-LEDP ini, maka lanjut Joshua, Pemkot Gunung Sitoli pada tahun 2013 menganggarkan Rp 50 juta untuk meneruskan Nursery karet okulasi unggulan. Juga tanaman Kakao yang dilakukan peremajaan seluas 25 hektar.

"Kami targetkan 4 tahun peremajaan pohon karet dan kakao bisa menyeluruh dengan melibatkan kelompok tani yang ada," ujarnya.

Sementara Project Steering Committee Coordinator LEDP Nias Novianto mengatakan, pihaknya mendukung 100 kelompok petani yang terdiri dari 79 kelompok tani karet, 6 kelompok tani kakao, dan 15 kelompok petani padi yang berada di 92 desa.

"Penerima manfaat dari LEDP Nias ada di 4 kabupaten dan 1 kota, pada kabupaten atau kota kami menempatkan kebun pembibitan seluas 1 hektare," katanya.

Saat ini 2.250 batang karet sudah ditanam untuk pembibitan setahun yang lalu, bisa dibagikan tahun depan. Sebelumnya, lanjut Novianto, pihaknya sudah membagikan 700.000 batang bibit pohon karet, setiap petani mendapat 221 batang bibit pohon karet.

"Setelah program LEDP berakhir di Nias, masing-masing kebun pembibitan akan kami serahkan ke pemerintah daerah. Pemda yang akan melanjutkan program pembibitan itu," imbuhnya.

Dia memaparkan sebanyak 240 orang ketua kelompok petani dilatih mengenai keterampilan teknis, sebanyak 228 kelompok petani dengan 3.307 orang anggota juga telah mendapatkan pelatihan teknis dalam produksi kakao, karet, dan beras.

(zal/ndr)