ADVERTISEMENT

Pertanyakan Kebijakan Kampus, 2 Mahasiswa YAI Diancam 1 Tahun Kurungan

- detikNews
Rabu, 10 Okt 2012 14:49 WIB
Mahasiswa YAI mengadu ke Komnas HAM (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Masih ingatkah kasus Beta dan Chandra? 2 Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas YAI, Salemba, ini ditahan karena mempertanyakan kebijakan kampus. Siang ini, kedua mahasiswa tersebut menjalankan sidang perdananya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus).

Dalam persidangan yang dipimpin majelis hakim Martin Ponto, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa kedua mahasiswa tersebut dengan pasal pengerusakan. Jaksa mendakwa bahwa kedua mahasiswa tersebut melakukan penghancuran kaca pos satpam YAI pada 26 Juli 2012 lalu.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana menurut ketentuan pasal 406 KUHP tentang pengerusakan," kata JPU, Mustofa, saat membacakan dakwaan dalam sidang di PN Jakpus, Jalan Gadjah Mada, Rabu (10/9/2012).

Sebagaimana dimaksud, pasal 406 KUHP mempunyai ancaman kurungan maksimal satu tahun kurungan. Selain itu, JPU juga mendakwa kedua mahasiswa tersebut dengan pasal ancaman. Menurut Mustofa, saat pada 26 Juli lalu Chandra mengeluarkan nada ancaman yang berbunyi:

"Pokoknya saya tidak mau PT Gardatama Harus Memberikan Jawaban Klarifikasi Mengenai Saya Dikenakan Sanksi Skorsing," tiru ancaman terdakwa yang dibacakan JPU Mustofa.

Akibat perkataan itu, Chandra Prasetyo dan Beta Alexander didakwa pasal 335 ayat 1 KUHP tentang mengeluarkan pengancaman. Dengan ancaman kurungan maksimal 1 tahun.

Sementara itu, kuasa hukum kedua terdakwa Rangga mengatakan pihaknya tidak akan mengajukan eksepsi atas dakwaan tersebut. Sidang akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda mendengarkan para saksi.

(rvk/asp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT