Ini Dia Kehebatan CN-295 Buatan PT DI dan Airbus Military

- detikNews
Jumat, 05 Okt 2012 09:17 WIB
Jakarta - TNI Angkatan Udara memperbarui armadanya dari Fokker 27 menjadi CN-295. Sudah ada 2 pesawat CN-295 yang tiba dari 9 pesawat yang dipesan TNI AU. Pesawat ini juga penanda kebangkitan industri dirgantara Indonesia pasca krisis ekonomi tahun 1998.

Pesawat ini adalah pesawat pengembangan dari pesawat CN-235 yang menangguk sukses di pasaran sejak diluncurkan tahun 1983, terbanyak digunakan di Turki, 61 pesawat. CN-235 merupakan proyek Casa, pabrikan pesawat Spanyol dan Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) Indonesia.

Pesawat CN-295M merupakan pesawat angkut sedang taktis (medium airlifter) generasi terbaru yang sudah menggunakan full glass cockpit, digital avionic dan sepenuhnya kompatibel menggunakan night vision goggles (NVG), sehingga CN-295M merupakan pesawat angkut sedang versi militer yang dapat diandalkan di kelasnya. CN-295M mampu membawa sampai dengan total sembilan ton kargo atau kurang lebih 71 personel.

Pesawat ini juga mampu terbang sampai ketinggian 25 ribu kaki dengan kecepatan jelajah maksium 260 Knot (480 Km/Jam) serta dapat diterbangkan dan dikendalikan dengan aman dan sangat baik pada kecepatan rendah sampai dengan 110 Knots (203 Km/Jam). Dengan menggunakan 2 Mesin Turboprop Pratt & Whitney Canada (PW 127G), pesawat ini mampu melaksanakan lepas landas dan melaksanakan pendaratan pada landasan yang pendek (STOL/ Short Take Off & Landing) yaitu 670 m/2.200 kaki dengan berat tertentu.

“Kemampuan Pesawat C-295 M dinilai sangat cocok dan ideal dikaitkan dengan tugas dan misi yang diemban oleh skadron Udara 2,” ujar Komandan Skadron Udara 2 Letkol Pnb Silaen di sela-sela penyerahan pesawat tersebut dalam dalam siaran pers TNI AU, Kamis (4/10/2012).

Lebih lanjut ia mengatakan bawa kemampuan pesawat ini di antaranya: melaksanakan angkutan personel dan logistik, penerjunan pasukan dan logistik, evakuasi medis udara, patroli udara terbatas, serta penugasan militer maupun misi kemanusian lainnya. Pesawat ini akan ikut beratraksi pada HUT TNI 5 Oktober 2012 hari ini di Halim Perdanakusumah.

CN, adalah singkatan dari Casa Nusantara. Casa yang kependekan Construcciones Aeronauticas SA adalah pabrikan pesawat dari Spanyol, yang sekarang menjadi EADS CASA,cabang dari perusahaan induk dirgantara dan luar angkasa Eropa, European Aeronautic Defence and Space Company N.V (EADS). EADS CASA diakuisisi oleh unit militer Airbus, Airbus Military, tahun 2009.

Nusantara di belakang nama itu menunjukkan identitas bangsa Indonesia, Nusa dan Antara, dalam hal ini IPTN yang kini menjadi PT DI. Pesawat CN 295 ini adalah pesawat buatan PT DI yang berhasil diproduksi pasca krisis ekonomi. 2 Prototipe pesawat setelah CN 235, yakni N 250 dan N 2130, tak berhasil diproduksi karena diterpa krisis ekonomi.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun mengakui bahwa CN 295 ini menandakan bangkitnya industri dirgantara Indonesia.

"Kiranya hari ini adalah awal tonggak baru kebangkitan PT DI menuju masa depan lebih baik dan sekaligus menandai revitalisasi industri pertahanan kita," kata Presiden saat memberikan sambutan di hadapan ratusan hadirin di hanggar CN 295, kompleks PT DI, Bandung, Jawa Barat, Rabu (26/10/2011) lalu.

Sementara itu, staf Humas PT DI Johan Karyansyah mengatakan pesawat angkut militer baru milik TNI AU tersebut merupakan hasil kerjasama PT DI dengan Airbus Military di Spanyol. Selama setahun, PT DI sanggup menyelesaikan tiga pesawat yang mampu menampung hingga 60 personel tersebut.

"Maksimal tiga pesawat setahun. Jadi ini kerjasama masing-masing 50 persen antara PT DI dengan Airbus Spanyol," jelas Johan di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis (4/10/2012) kemarin.

Di dunia, pesawat CN 295 atau serinya C 295 ini, sudah digunakan di 13 negara. Pengguna utamanya seperti AU Spanyol, Polandia, Brasil, dan Portugis. Selain itu pesawat ini selain menggantikan Fokker 27 milik TNI AU, juga kandidat menggantikan pesawat DHC-5 Buffalos milik AU Kanada, pesawat Antonov AN-32S milik AU Peru dan de Havilland Canada DHC-4 Caribou milik AU Australia.


(nwk/nrl)