DetikNews
Rabu 03 Oktober 2012, 15:25 WIB

Jend (Purn) Luhut: Capres 2014 Jangan Punya Masa Kelam

- detikNews
Jend (Purn) Luhut: Capres 2014 Jangan Punya Masa Kelam buku karya alumni AKABRI 1970
Jakarta - Jenderal (Purn) Luhut Panjaitan yang juga wakil ketua dewan pertimbangan Partai Golkar berharap masyarakat jeli di Pilpres 2014. Tidak sembarang memilih capres yang punya masa lalu kelam.

\\\"Kriteria itu, janganlah calon presiden yang track recordnya tidak jelas dan tidak bersih. Yang kedua, punya success strory<\/i>lah sebelumnya jangan punya masa-masa kelam yang lalu,\\\" kata Luhut kepada detikcom, Rabu (3\/10\/2012).

Menurut Luhut, ke depan perlu pemimpin yang bebas persoalan masa lalu. \\\"Dengan kriteria itu saya pikir kita bisa menghindari kesalahan kita feed back<\/i>. Jadi jangan kita salah pilih pemimpin yang sebenarnya pemimpin itu tidak qualified<\/i> karena banyak hal yang lalu yang orang tidak tahu ternyata jadi back fire<\/i> buat kita,\\\" paparnya.

Luhut mengamini pernyataan SBY dalam sambutannya di peluncuran buku karya alumni AKABRI 1970 semalam. Bahwa baik sipil maupun militer punya peluang di Pilpres 2014. Pemimpin yang merakyat pasti dipilih rakyat.

\\\"Kita nggak lihat itu jenderal apakah non-jenderal. Itu tergantung pada nanti kriteria yang sudah saya sampaikan seperti yang saya katakan tadi kan fenomena pilkada Jakarta. Bahwa pemimpin yang merakyat itu menjadi pilihan rakyat jadi tidak bisa juga pemimpin itu yang sekarang jauh dari rakyat,\\\" katanya.

\\\"Saya tidak spesifik bicara seseorang. Jangan memilih calon presiden kucing dalam karung yang kita tidak tahu track recordnya padahal sebenarnya ada track record<\/i> yang tidak baik ada success story<\/i> yang tidak dia capai,\\\" tandasnya.

Dalam peluncuran buku karya alumni AKABRI 1970 ini, Presiden SBY yang menjadi tamu undangan memberikan pesan politik kepada para purnawirawan jenderal TNI yang hadir. SBY secara tegas meminta purnawirawan jenderal TNI untuk bersatu meskipun berbeda kendaraan politik, tidak melakukan politik menghalalkan segala cara.

Banyak purnawirawan jenderal TNI dari berbagai angkatan AKABRI diundang dan mendengarkan pesan politik Presiden SBY tersebut. Namun yang menarik, Letjen (Purn) Prabowo Subianto yang akan dicapreskan Gerindra tidak hadir. Menurut Luhut, Prabowo tidak diundang karena keterbatasan tempat.




(van/rmd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed