Ketua PN Semarang Diduga Terlibat Korupsi, Sutjahjo Jadi Hakim Tinggi

- detikNews
Kamis, 06 Sep 2012 09:27 WIB
ilustrasi (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) menyebut Ketua Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Sutjahjo Padmo Wasono, terlibat dalam kasus suap perkara korupsi pemeliharaan mobil dinas Kabupaten Grobogan. Menyikapi hal ini, MA memutasi Sutjahjo jadi hakim tinggi Pengadilan Tinggi (PT) Tanjung Karang, Lampung.

"Iya benar, kami mutasi menjadi hakim tinggi Pengadilan Tinggi (PT) Tanjung Karang, Lampung," kata juru bicara MA, Djoko Sarwoko saat dihubungi detikcom, Kamis (6/9/2012).

Kebijakan MA ini untuk mensterilkan PN Semarang dari hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi Sutjahjo mempunyai posisi strategis sebagai ketua yang berwenang mendistribusikan perkara kepada hakim-hakim yang akan menyidang perkara.

"Ini kan untuk mensterilkan PN Semarang," ujar Djoko.

Terkait posisinya yang naik jabatan dari hakim pengadilan pertama menjadi hakim pengadilan tinggi, Djoko menilai hal tersebut sebagai prosedur administrasi. Menurut Djoko, secara administrasi, jika dimutasi memang Sutjahjo menjabat hakim tinggi.

"Jadi bukan naik jabatan," beber Djoko.

"Apa tidak berarti Sutjahjo malah naik pangkat di saat sedang disorot kasus dugaan korupsi?" tanya detikcom.

"Oh tidak, ini masalah administrasi saja. Terkait dugaan korupsinya kan belum diperiksa dan dibuktikan. Lagian dia kan masih sakit, jadi meskipun jadi hakim tinggi tapi belum efektif memegang perkara," jawab Djoko.

Seperti diberitakan sebelumnya Djoko Sarwoko yang juga Ketua Muda Pidana MA, menyatakan pihaknya menemukan sejumlah indikasi keterlibatan Ketua PN Semarang. Indikasi tersebut ada pada penunjukan tiga hakim yang memang dikenal sering membebaskan terdakwa kasus korupsi.

Terkait perkara yang menjerat hakim Tipikor Semarang Kartini Marpaung ini, KPK juga telah memeriksa dua hakim Tipikor Semarang, Pragsono dan Asmadinata. Prasogno adalah hakim pengganti dari hakim Lilik dalam majelis yang mengadili perkara Ketua DPRD Grobogan Ahmad Yaeni. Prasogno dan Asmadinata juga telah dicegah keluar negeri.

(asp/try)