DetikNews
Kamis 12 Juli 2012, 18:15 WIB

Kotor & Bau Jadi Keluhan Pengguna Kapal di Kali Sunter

- detikNews
Kotor & Bau Jadi Keluhan Pengguna Kapal di Kali Sunter
Jakarta - Profesi sebagai penarik kapal penyeberang orang di kali Sunter Jakarta Utara cukup unik. Namun, kotornya kali dan berbau tidak sedap sering kali mengganggu para pengguna jasa tersebut.

\\\"Ini saja kalinya bau, hitam, yang kadang mengganggu orang mau menyeberang,\\\" kata salah satu penarik kapal penyeberang orang, Mamad, di Kali Sunter, Koja, Jakarta Utara, Kamis (12\/7\/2012).

Mamad telah bekerja selama 6 tahun sebagai penarik kapal tersebut mengaku pernah menemukan mayat di Kali Sunter di sela-sela tugasnya menyeberangkan orang. \\\"Ada yang mandi, tercebur, langsung meninggal. Ada pembunuhan dibuang ke sini. Pernah ada maling dikejar, lompat, nyebur, terus mati tapi barang curiannya masih dipegang hape,\\\" ujar Mamad.

Walau terkadang menemukan mayat, Mamad belum pernah mengalami pengalaman gaib selama menjalankan pekerjaannya. Namun, ia tidak membantah dirinya pernah mendengar suara-suara orang tertawa yang tidak jelas asalnya.

\\\"Kalau yang gaib menyeberang tidak pernah, paling suara-suara saja, biasanya malam-malam pas gerimis. Tapi saya nggak takut sama kayak gitu, saya takutnya sama yang nyata rampok dan sebagainya,\\\" ungkap Mamad.

Mamad mengaku menyenangi pekerjaannya walau hasilnya tidak seberapa. \\\"Ya saya senang kalau lagi ramai, kalau sepi agak sedih juga. Tapi waktu itu pernah ada Pak Tarno siaran di sini, lumayan menghibur,\\\" tutup Mamad.

Di Kali Sunter ini ada 12 kapal penyeberang orang. Kapal yang biasa disebut \\\'kapal eretan\\\' oleh para penggunanya tersebut hanya menerapkan tarif Rp 500 sekali melintasi 20 meter lebar kali.




(vid/nwk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed