ADVERTISEMENT

Ini Penjelasan Ipda Johan Hafani yang Merazia Lita di Kemang

- detikNews
Selasa, 19 Jun 2012 18:14 WIB
Jakarta - Ipda Johan Hafani yang merazia Lita Stephanie (31) di kawasan Jl Bangka, Kemang, Jaksel, angkat bicara. Johan mengaku merazia sesuai aturan. Dia membantah melakukan penjebakan narkoba.

Dalam keterangan tertulis yang dibagikan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (19/6/2012), Johan menjelaskan razia yang dilakukannya adalah razia resmi bernama 'Operasi Cipta Kondisi 2012'.

"(Kami) Bersama-sama dengan 15 orang anggota lainnya melakukan Operasi Cipta Kondisi 2012 yang dilakukan di depan Apotek K-24 Jl Bangka Raya, Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan," terang Johan.

Berikut kronologi yang disampaikan Johan Hafani:

- Pukul 01.30 WIB

Briptu Feri Guntara, anggota Patlo dengan nomor mobil 4043 menghentikan sebuah mobil Toyota Kijang Innova warna silver dengan nomor polisi tidak diingat yang dikemudikan oleh seorang perempuan bersama perempuan yang lainnya yang melintas dari arah Kemang menuju arah Jl Bangka.

Kemudian mobil tersebut menepi dan saat itu terlihat pengemudi dan temannya berganti posisi duduk dalam keadaan panik.

Selanjutnya Briptu Gatot Hariyadi menghampiri mobil tersebut dan didahului dengan ucapan salam sambil melakukan penghormatan. Briptu Gatot Hariyadi meminta pengemudi dan penumpang untuk turun dari mobil guna menyaksikan isi dalam mobil tersebut.

Gatot menemukan 1 plastik klip bening yang berisi 1 strip obat. Lalu Gatot bertanya siapa pemiliki obat tersebut, namun perempuan itu berteriak: "Saya dijebak nih, jangan jebak saya ya!"

Aipda Teguh Widodo mengatakan "Mbak, kami melakukan tugas resmi kepolisian dan kami melakukan operasi ini ada surat perintahnya. Apakah Mbak dalam pengaruh minuman keras?"

Perempuan tersebut kembali berbicara dengan nada keras: "Kalian tahu tidak, saya ini kenal dengan banyak pejabat Polri dan saya akan menelepon adik saya yang juga kenal banyak pejabat Polri, kalian tunggu di sini. Saya juga kenal Pak Wisnu Polda Metro."

Saat perempuan tersebut diminta untuk mengambil obat dalam plastik yang terletak di karpet jok tengah sebelah kiri, dan karena perempuan tersebut tak juga mengambil, maka Gatot mengambilnya dengan disaksikan Briptu Ferry Guntara dan Aipda Teguh Widodo.

- Pukul 02.00 WIB

Kemudian datang seorang lelaki yang disebut adik dari perempuan tersebut dan langsung menghampiri saya (Ipda Johan Hafani). Sebelum menemui saya, lelaki itu meminta kedua perempuan itu untuk masuk ke mobilnya karena kakaknya masih berbicara dengan nada keras.

Kemudian orang tersebut bertanya kepada saya (Johan) apakah barang atau obat itu ditemukan di karpet sebelah kiri jok penumpang yang ada di tengah mobil. Aipda Teguh Widodo ikut menjelaskan kepada orang tersebut bahwa setelah dilakukan pengecekan awal di Apotek K-24 yang berada di dekat lokasi tersebut bukanlah obat terlarang melainkan obat alergi.

Setelah mendapat penjelasan dari saya selaku Perwira Pengawas yang bertanggung jawab dalam operasi dan Aipda Teguh Widodo selaku Provost, adik dari perempuan itu meminta maaf kepada saya dan Aipda Teguh Widodo sambil berkata: "Maafkan kakak saya, dia memang di pihak yang salah".

- Pukul 02.30 WIB

Setelah dipastikan itu obat anti alergi, saya serahkan kepada adik dari perempuan tersebut dan selanjutnya kami bersalaman serta meninggalkan tempat tersebut.

"Dalam pelaksanaan Operasi Cipta Kondisi tersebut tidak ada orang maupun barang yang diamankan di Polsek Mampang Prapatan, termasuk identitas perempuan tersebut belum sempat didata karena yang bersangkutan masih dalam keadaan emosi," terang Johan.

Laporan tertulis itu ditandatangani Johan dan dia juga bersumpah sudah membuat laporan dengan benar. Kapolsek Mampang Kompol Siswono juga turut membubuhkan tanda tangan.

(ndr/nrl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT