Dokter Forensik Polri akan Dikerahkan Usut Video Porno Mirip Anggota DPR

- detikNews
Jumat, 15 Jun 2012 16:07 WIB
Jakarta - Badan Kehormatan (BK) DPR meminta bantuan Polri untuk mengusut video porno mirip anggota DPR. Untuk keperluan pengusutan, dokter forensik Polri akan dilibatkan.

"Saya sendiri sampai sekarang belum membaca, tapi dengan informasi seperti ini, kami akan berupaya untuk memperoleh gambarnya. Karena Bareskrim sekarang punya kemampuan digital forensik untuk kemudian kita juga punya kedokteran forensik dan forensik lain," kata Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Sutarman, di Bareskrim Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Jumat (15/6/2012).

Para dokter forensik ini nantinya akan menganalisis suara dan gambar yang ada di video tersebut. Nah, dokter forensik ini bisa menilai saat seseorang sedang tertawa dengan melihat susunan giginya. Selanjutnya kemampuan forensik dan forensik digital akan disatukan.

"Sehingga dari analisis kita nanti akan bisa menemukan siapa aktor yang ada di dalam film tersebut secara ilmiah. Dengan kondisi seperti itu maka kita akan bisa lakukan pengungkapan terhadap pelaku yang ada dalam film tersebut," jelas Sutarman.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini mengaku belum melihat video tersebut. Dia pun belum bisa memastikan apakah dari video yang ada bisa dianalisa atau tidak.

"Itu nanti tergantung tim kita yang melakukan analisis gambar itu," ucap Sutarman.

Sebelumnya, BK DPR sudah memanggil Karolin Margret Natasa terkait video porno itu. Karolin disebut-sebut mirip dengan perempuan yang di dalam video itu. Kepada BK DPR, Karolin sudah membantah soal tudingan itu. Dia menduga ada pihak tertentu yang berniat politik di balik kasus itu.

Ketua BK DPR M Prakosa juga mendorong Karolin melapor ke kepolisian karena merasa tercemar nama baiknya. "Jadi kesimpulannya Badan Kehormatan menyetujui dan mendukung Bu Karolin melaporkan video ini ke kepolisian karena merasa dicemarkan nama baiknya," lanjut Prakosa, Selasa (12/6).

BK berharap apabila kasus ini masuk ke ranah kepolisian, akan bisa terang benderang siapa yang berada di dalam video itu. "Kita selaku BK sudah mendatangkan ahli IT tapi tidak tuntas jadi kita serahkan ke kepolisian pang punya ahli dan laboratorium digital forensik," tandasnya.

(vit/nwk)