DetikNews
Selasa 22 Mei 2012, 08:00 WIB

Komnas HAM: 14 Tahun Reformasi, Penegakan HAM Kita Jalan di Tempat

- detikNews
Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai usia reformasi yang beranjak 14 tahun dalam undang-undang Hak Asasi Manusia (HAM) Indonesia sudah baik. Tetapi kenyataan upaya pengungkapan pelaku kasus HAM berat masih berjalan di tempat.

\\\"Kalau dari agenda HAM, kita jalan ditempat karena baru kasus Tanjung Priok dan Timor Timur yang berhasil diungkap. Itu pun pelakunya belum dapat diadili, sementara kasus HAM pada 2009 oleh DPR sudah diusulkan Keppresnya ke Presiden tentang penghilangan orang secara paksa,\\\" ujar wakil ketua Komnas HAM, Yosep Stanley Adi Prasetyo, saat dihubungi detikcom, Selasa, (22\/5\/2012).

Stanley menambahkan hal tersebut memicu para pelaku pelanggaran HAM masih bebas berkeliaran. \\\"Sehingga para perlaku masih dapat bebas berkeliaran. Jadi sejak 14 tahun reformasi HAM, kita masih berjalan ditempat,\\\" kesalnya.

Bagi Stanley, persoalan HAM di Indonesia belum tuntas walau pun reformasi HAM di TNI dan Polri telah berjalan. Ia juga memperhatikan reformasi HAM di dalam badan intelijen.

\\\"Masih banyak pekerjaan rumah HAM Indonesia yang belum tuntas, walaupun seperti reformasi HAM di TNI, Polri, sudah berjalan. Tetapi reformasi HAM di intelijen belum berjalan, padahal kita sudah memiliki UU intelijen,\\\" imbuh Stanley.

Komnas HAM menilai pengungkapan kasus HAM sangat sulit di Indonesia. Terlebih adanya pemotongan anggaran lembaga nasional HAM di Indonesia.

\\\"Diluar sifat sistemik, pengungkapan kasus HAM berat di Indonesia masih sangat sulit. Ditambah dengan pemotong anggaran di lembaga nasional HAM, ini akan menyulitkan proses penyelidikan ham di indonesia,\\\" kesah Stanley.




(vid/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed