DetikNews
Kamis 15 Maret 2012, 12:27 WIB

Manusia Bertopeng Demo Tolak Kenaikan BBM di Istana

- detikNews
Manusia Bertopeng Demo Tolak Kenaikan BBM di Istana
Jakarta - Demonstrasi penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kian marak. Salah satunya, aksi 5 manusia bertopeng yang menyambangi Istana Merdeka, Jakarta.

Pengamatan detikcom, Kamis (15\/3\/2012), 5 orang mengenakan topeng kayu warna putih dan merah berdiri berjejer sambil membentangkan spanduk bertuliskan \\\"Tolak kenaikan harga BBM, naikkan upah buruh, dan laksanakan reforma agraria sejati\\\", dan \\\"SBY-Boediono rezim antirakyat-boneka imperialis Amerika. Hentikan perampasan upah, tanah, kerja.\\\"

\\\"Ini simbol seolah-olah SBY mengabdi pada rakyat. Padahal, dia hanya mengabdi pada imperialis,\\\" kata. Ernawati, seorang demonstran yang mengenakan topeng di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Aksi ini diikuti puluhan orang yang tergabung Front Perjuangan Rakyat. Mereka aktivis dari Federasi Serikat Buruh Indonesia, Gabungan Serikat Buruh Indonesia, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia, Aliansi Gerakan Reforma Agraria, Front Mahasiswa Nasional, dan Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia.

Massa juga membawa poster-poster bertuliskan \\\"Hak asasi manusia, hak atas pendidikan yang layak\\\", \\\"Hentikan PHK dalam bentuk apa pun\\\", \\\"Hak untuk mendapatkan pekerjaan yang layak\\\", \\\"Industri nasional untuk rakyat\\\", \\\"Hentikan perampasan kerja\\\", serta \\\"Utang luar negeri membawa sengsara.\\\"

Massa penuh semangat meneriakkan yel-yel \\\"SBY-Boediono boneka Amerika, SBY boediono rezim antirakyat.\\\"

\\\"Rezim Antirakyat SBY Boediono berencana menaikkan harga bahan bakar minyak BBM bersubsidi Rp 1.500 per liter yang akan dilaksanakan 1 April 2012. Sesungguhnya akar utama masalah kenaikan BBM di Indonesia bukan terletak pada perekonomian semata, masalah utama rezim SBY tunduk sepenuhnya terhadap kapitalis monopoli internasional,\\\" papar orator, Emelia Yanti.

Aksi berlangsung tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas di kawasan itu.




(aan/vit)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed