DetikNews
Rabu 13 April 2011, 12:53 WIB

Laporan Dari Prancis

Menumpang Kereta Cepat Amsterdam-Paris Full Internet

- detikNews
Menumpang Kereta Cepat Amsterdam-Paris Full Internet
Paris - Sistem transportasi Eropa yang memang sudah baik sangat memudahkan pengunjung untuk bertandang dari suatu negara Eropa ke negara Eropa lainnya.  Tak ada kata sulit. Termasuk perjalanan darat. Bila berkesempatan berkunjung ke Paris, Prancis, tak ada salahnya Anda mencoba kereta cepat dari Amsterdam. Selain menikmati pemandangan yang aduhai, Anda juga dimanjakan dengan layanan full internet gratis selama perjalanan.

Pesawat Garuda GA 088 yang membawa saya dari Jakarta pukul 21.30 WIB Senin (11\/4\/2011) mendarat mulus di Bandara Schiphol, Amsterdam sekitar pukul 08.30 waktu setempat, Selasa (12\/4\/2011). Sebelum mendarat di Schiphol, pesawat Airbus A 330-200  Jakarta-Amsterdam itu transit di Dubai International Airport sekitar 40 menit untuk pengisian bahan bakar. Total perjalanan Jakarta-Amsterdam ditempuh sekitar 17 jam.

Dari Bandara Schiphol, sebenarnya banyak cara untuk menuju ke Paris, termasuk dengan pesawat udara. Namun, rupanya perjalanan dengan kereta cepat sangat menarik dan layak dicoba, meski waktu tempuhnya lebih panjang. Dengan kereta cepat, Amsterdam-Prancis ditempuh selama 3 jam.

Kereta yang membawa saya adalah Thalys. Kereta cepat ini dikelola oleh perusahaan patungan Belgia, Prancis, dan Jerman. Klik saja the thalysnet.com, bila ingin mengetahui rupa dan seluk beluk kereta ini. Harga tiket dari Amsterdam-Paris bervariasi, tergantung kapan Anda membelinya. Di tiket saya tertera 174 Euro. Kalau dirupiahkan ya sekitar Rp 2.175.000. Mahal?  Tapi, Anda bisa mendapat tiket jauh lebih murah bila Anda membelinya jauh-jauh hari.

Di tiket tertera jadwal keberangkatan dari Stasiun Bandara Schiphol pukul 11.30 waktu Amsterdam. Dan benar, kereta berkepala seperti peluru dan bercat merah itu datang tepat waktu. Setelah meletakkan koper di tempat yang telah ditentukan, saya mencari tempat duduk saya nomor 64 gerbong 13. Suasana kabin kereta memang terlihat wah, lebih elit dan lebih bersih dibanding kereta api argo di Indonesia.

Kabin kereta yang saya tumpangi juga bernuansa merah, sama seperti cat badannya. Kereta ini tidak terlalu panjang, hanya beberapa gerbong. Setiap gerbong terdiri dari 33 kursi. Kursinya juga bagus, empuk dan nyaman. Di depannya terlipat sebuah meja berukuran kecil, yang bisa digunakan untuk makan. Jika membawa laptop, Anda bisa nyaman berselancar di dunia maya dengan meletakkan laptop di meja ini. Di dekat meja, ada papan kecil untuk meletakkan minuman.

Dari website-nya, Thalys memang sudah mempromosikan bahwa kereta ini memah memiliki layanan internet dengan koneksi wifi gratis. Di tiketnya tertulis: \\\"Free high speed internet accesss\\\'. Sepanjang Amsterdam hingga Paris, saya selalu membuka macbook saya. Koneksi internetnya cukup memuaskan. Memang ada kalanya putus, namun bukan masalah besar. Yang penting, saya memiliki kesempatan emas untuk membuka website, memantau berita, dan membalas sejumlah email. Selain menggunakan laptop untuk berinternet, dengan wifi gratis ini pun penumpang juga bisa online dengan Blackberry-nya.

Sepanjang perjalanan Amsterdam-Paris, penumpang juga bisa menikmati pemandangan indah yang luar biasa. Kereta berkecepatan 157 KM\/jam ini melewati sejumlah kota di Belanda dan Belgia. Rute yang ditempuh adalah Amsterdam-Rotterdam-Antwerp-Brussels-Paris. Konon, sebenarnya kereta ini bisa dipacu dengan kecepatan maksimal 300 KM\/jam.

Hamparan sawah terbentang luas dan menghijau tampak menyejukkan mata. Pemandangan alam bukit-bukit juga tak kalah menariknya. Terlihat juga banyak danau dan hutan. Lapangan-lapangan sepakbola juga sering dijumpai. Sejumlah pabrik juga terlihat berada di pinggir rel. Sejumlah stasiun kereta yang dilewati \\\'Si Merah\\\' ini juga tampak rapi dan bersih.

Selama perjalanan, para penumpang juga disuguhi makanan ringan dan berat, juga minuman. Para penumpang bisa memilih minuman yang diinginkan. Makanan berat yang disajikan siang itu, makanan khas Eropa. Ada roti, mentega, dan sayuran khas Eropa.

Akhirnya, perjalanan dengan Thalys berakhir di Stasiun Paris Gare Du Nord sekitar pukul 14.30 waktu setempat. Tak ada perbedaan waktu antara Paris dan Amsterdam. Stasiun ini terlihat kuno, tapi cukup bersih. Stasiun ini juga cukup ramai. Begitu keluar dari stasiun, Matahari menyambut saya dengan sinarnya yang tajam, Angin juga berhembus cukup kencang. Suhu udara saat itu sekitar 17 derajat Celcius membuat badan yang berbalut jaket ini tetap terasa sangat dingin. Selamat datang di kota Paris!



(asy/asy)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed