Kim Jong Un dan Ayahnya Kunjungi Markas Artileri Sebelum Serang Korsel

Kim Jong Un dan Ayahnya Kunjungi Markas Artileri Sebelum Serang Korsel

- detikNews
Jumat, 26 Nov 2010 11:15 WIB
Kim Jong Un dan Ayahnya Kunjungi Markas Artileri Sebelum Serang Korsel
Seoul - Diktator Korut Kim Jong Il dan anak bungsunya yang merupakan suksesornya, Kim Jong Un, dilaporkan mengunjungi markas artileri, yang menembakkan serangan ke Korsel, beberapa jam sebelum serangan terjadi pada Selasa 23 November .

Demikian disebutkan harian Korsel, Joongang,  edisi Kamis (25/11/2010), seperti dilansir Reuters. Serangan ke Pulau Yeonpyeong yang menewaskan 2 marinir dan 2 warga sipil Korsel itu kemungkinan merupakan perintah Kim Jong Il sendiri, demikian sebut sebuah sumber dari pemerintahan Korsel.

Pejabat Seoul yang dikonfirmasi Reuters enggan berkomentar terhadap laporan itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amerika Serikat percaya tindakan Korea Utara itu merupakan tindakan terisolasi terkait dengan perubahan kepemimpinan di Pyongyang. Kalangan pengamat juga mengatakan Korut melakukan penembakan untuk memoles Kim muda yang kurang dikenal dan kurang berpengalaman. Di usia 27 tahun, Kim muda telah menyandang jenderal bintang empat.

Media Korea Selatan melaporkan ayah dan anak itu telah bertemu dengan Jenderal Kim Kyok-sik, komandan garis depan korps keempat yang memimpin sebuah pangkalan Angkatan Laut di Provinsi Hwanghae Selatan, tepat sebelum memborbardir Pulau Yeonpyeong.

Seorang anggota Majelis Nasional Komite Pertahanan Korsel mengatakan, intelijen militer memperoleh informasi dan berusaha untuk mengetahui apakah kunjungan tersebut berkaitan langsung dengan serangan tersebut, demikian ditulis media Chosun Ilbo.

Kim Jong Il menggadang-gadang anak bungsunya, Kim Jong Un, sebagai penerusnya pada akhir September 2010. Kala itu, untuk pertama kalinya, Kim junior muncul tengah berfoto dengan jajaran politik dan militer Korut dalam kongres Partai Pekerja yang berkuasa.  Kongres pertama Partai Pekerja yang digelar dalam masa 30 tahun itu juga memilih Kim Jong Il, pria 68 tahun yang sakit-sakitan, sebagai pemimpin.
(nrl/fay)


Berita Terkait