Demikian disebutkan harian Korsel, Joongang, edisi Kamis (25/11/2010), seperti dilansir Reuters. Serangan ke Pulau Yeonpyeong yang menewaskan 2 marinir dan 2 warga sipil Korsel itu kemungkinan merupakan perintah Kim Jong Il sendiri, demikian sebut sebuah sumber dari pemerintahan Korsel.
Pejabat Seoul yang dikonfirmasi Reuters enggan berkomentar terhadap laporan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Media Korea Selatan melaporkan ayah dan anak itu telah bertemu dengan Jenderal Kim Kyok-sik, komandan garis depan korps keempat yang memimpin sebuah pangkalan Angkatan Laut di Provinsi Hwanghae Selatan, tepat sebelum memborbardir Pulau Yeonpyeong.
Seorang anggota Majelis Nasional Komite Pertahanan Korsel mengatakan, intelijen militer memperoleh informasi dan berusaha untuk mengetahui apakah kunjungan tersebut berkaitan langsung dengan serangan tersebut, demikian ditulis media Chosun Ilbo.
Kim Jong Il menggadang-gadang anak bungsunya, Kim Jong Un, sebagai penerusnya pada akhir September 2010. Kala itu, untuk pertama kalinya, Kim junior muncul tengah berfoto dengan jajaran politik dan militer Korut dalam kongres Partai Pekerja yang berkuasa. Kongres pertama Partai Pekerja yang digelar dalam masa 30 tahun itu juga memilih Kim Jong Il, pria 68 tahun yang sakit-sakitan, sebagai pemimpin.
(nrl/fay)











































