Laporan dari Berlin

RI-Jerman Tingkatkan Kerjasama Ristek

- detikNews
Senin, 27 Sep 2010 23:46 WIB
Berlin - Kerjasama ristek RI-Jerman selama 31 tahun telah banyak memberikan manfaat imbal-balik bagi kedua pihak. Proyek manajemen sumber air terpadu di Gua Bribin, Gunung Kidul, menaikkan taraf hidup 80.00 orang.

Berbagai upaya terus dilakukan agar kerjasama kedua negara dapat ditingkatkan dan mencapai hasil optimal. "Khususnya bagi kepentingan pembangunan di Indonesia, dengan memetik manfaat keunggulan Jerman," tutur Counsellor Pensosbud KBRI Berlin Agus Priono kepada detikcom, Senin (27/9/2010).

Terkait itu delegasi RI dipimpin oleh Menristek Suharna Surapranata telah melakukan pertemuan dengan Parliamentary State Secretary, Kementerian Pendidikan dan Riset Federal Jerman (BMBF) Thomas Rachel, Rabu (22/9/2010) lalu.

Dalam pertemuan tersebut Menristek menyampaikan langkah-langkah ke depan dalam rangka menindaklanjuti kerjasama RI-Jerman dan mengucapkan terimakasih atas berbagai proyek yang telah dikembangkan bersama.

Salah satu fokus pembicaraan Suharna-Thomas Rachel adalah rencana kerjasama membangun Sistem Inovasi Nasional (SIN). Sistem ini merupakan salah satu program nasional untuk pengembangan inovasi dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Rachel dalam tanggapannya menegaskan komitmen Jerman untuk membantu Indonesia dalam kerjasama ristek serta menyampaikan beberapa langkah lanjutan mengenai proyek-proyek kerjasama Tsunami Early Warning System/TEWS (Sistem Peringatan Dini Tsunami), Science for the Protection of Indonesian Coastal Ecosystems/SPICE (Sains untuk Perlindungan Ekosistem Pantai Indonesia), dan Energi Panas Bumi.

Rachel juga menyampaikan bahwa proyek Integrated Water Resource Management (Manajemen Sumber Air Terpadu) yang saat ini beroperasi di Gua Bribin, Gunung Kidul, Yogyakarta, sebagai suatu prestasi tersendiri dalam format kerjasama RI-Jerman.

"Proyek semacam ini merupakan satu-satunya di dunia dan telah memberikan bantuan pengadaan air bersih kepada lebih 80.000 orang di daerah Gunung Kidul," demikian Rachel.

Proyek-proyek kerjasama RI-Jerman lainnya di mana manfaat riilnya telah dirasakan oleh Indonesia antara lain pengembangan Business Technology Centre/BTC (Pusat Teknologi Bisnis), dan yang terakhir proyek Sustainable Geothermal Energy Development (Pembangunan Energi Panas Bumi Berkelanjutan).

Selain melakukan pertemuan dengan Thomas Rachel, Menristek juga mengunjungi berbagai institusi riset yang bekerjasama dengan Indonesia di Berlin, Postdam, Bremen dan Munich.

Proyek kerjasama tersebut terutama menyangkut capacity building (pembangunan kapasitas) mencakup program-program pelatihan, sekolah lanjut, dan mobilitas.

(es/es)