PN Jakarta Pusat Perintahkan Buddha Bar Ditutup

- detikNews
Rabu, 01 Sep 2010 13:11 WIB
Jakarta - Sidang gugatan perdata keberadaan Buddha Bar dimenangkan masyarakat. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam putusannya memerintahkan penutupan Buddha Bar serta pembayaran ganti rugi Rp 1 miliar.

"Terbukti Buddha Bar telah melakukan perbuatan melawan hukum, yaitu melanggar azas kesusilaan dan norma yang ada dalam masyarakat," kata Ketua Majelis Hakim FX Jiwo Santoso dalam sidang terbuka di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Gadjah Mada, Rabu (1/9/2010).

Dalam pertimbangannya, majelis hakim berkeyakinan nama Buddha, penggunaan patung Buddha serta simbol agama Buddha, dalam bar telah melukai norma-norma yang ada. Selain itu keberadaan Buddha Bar juga melanggar norma kesusilaan, meski telah ada izin dari Pemda Jakarta.

"Selain memerintahkan penutupan, majelis juga memerintahkan PT Nireta Vista Creative, Dinas Pariwisata dan Gubernur DKI Jakarta untuk memberikan ganti rugi imaterial Rp 1 miliar, meski dalam gugatan hanya Rp 500 juta. Denda ini harus dibayar serta merta dan saat ini juga," katanya.

Meski gugatan imateril dikabulkan lebih berat, tapi tuntutan ganti rugi materil sebesar Rp 500 juta tidak dikabulkan majelis hakim.

Menanggapi putusan ini, salah tokoh agama Buddha, Sugianto Sulaiman,  mengaku puas. Ia pun meminta kepada seluruh pengguat segera menutup Buddha Bar.

"Kami puas dengan putusan majelis hakim, kalau tidak ditutup kita akan tutup dengan cara kami. Ini merupakan dasar hukum penutupan Buddha Bar," katanya.

Sementara itu, pengacara PT Nireta Vista Creative, Kurnia Girsang, menyatakan akan melakukan banding. "Penutupannya kan tidak serta merta, karena menunggu putusan banding terlebih dahulu," katanya.

Kurnia menjelaskan Buddha Bar juga akan kesulitan untuk memenuhi tuntutan pembayaran ganti rugi Rp 1 miliar.

"Memang dari mana, setelah ramai-ramai didemo kita nyaris bangkrut, pengunjung tidak datang," katanya.

Sebelumnya Forum Anti Buddha Bar (FABB) melayangkan gugatan terhadap bar yang terletak di Jl Tengku Umar, Menteng, itu. Mereka menuntut penutupan bar tersebut.
(nal/nrl)