"Jumlah ini berbeda dengan data-data di beberapa instansi yang lain. Ada yang bilang 17 ribu, ada yang bilang 13 ribu," ujar Direktur Wilayah Pertahanan Kemhan, Laksma TH Soesetyo dalam diskusi di Kemhan, Jl Medan Merdeka Barat, Senin (26/4/2010).
Soesetyo menjelaskan data yang berbeda ini disebabkan metode penghitungan yang berbeda-beda. Kemhan dan TNI AL menghitung dengan metode kartografi. Yaitu penghitungan dilakukan secara manual berdasarkan peta laut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soesetyo menambahkan perbedaan penghitungan juga dilakukan dengan fungsi dan tujuan instansi tersebut. Namun menurutnya, perbedaan jumlah ini cukup mengganggu, sehingga perlu ada penyamaan soal jumlah pulau.
"Misalnya semua bisa saja mengaku pulau paling luar. Padahal kan ada ketentuannya," terang dia.
(rdf/anw)










































