3 Dugaan Penyebab Jatuhnya Roket Pindad

- detikNews
Jumat, 29 Jan 2010 23:26 WIB
Jakarta - Kementerian Riset dan Teknologi masih menyelidiki insiden selongsong roket nyasar yang mengakibatkan 2 orang luka-luka di Lumajang, Jawa Timur. Diduga ada 3 penyebab jatuhnya selongsong roket pada 27 Januari lalu itu.

"Penyebab kegagalan masih terus diselediki. Di antaranya terkait akibat kinerja fin, sistem separasi dan kinerja sustainer," ujar Menristek Suharna Suryapranata dalam jumpa pers di Kantor Kementrian Riset dan Teknologi, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (29/1/2010).

Menurut Suharna, pada saat roket diterbangkan, angin bertiup kencang. Sehingga roket tidak meluncur sesuai target yang diharapkan.

"Selongsong dari roket jatuh di rumah singgah penduduk dan menciderai 2 orang," imbuhnya.

Suharna mengatakan, salah satu penelitian kedirgantaraan yang dilakukan adalah pengembangan roket baik untuk keperluan roket cuaca, pembawa satelit maupun untuk pertahanan negara.

"Sejak tahun 2008 hingga sekarang telah dilakukan beberapa kali uji statistik dan uji terbang dari proto type roket yang dikembangkan," kata Suharna.

Mengenai lokasi uji coba, Suharna menjelaskan, Lumajang dipilih karena mempunyai lahan seluas 80 ribu hektar dengan panjang 13 Km dan lebar lebih dari 1 Km.

"Sehingga ideal untuk melakukan validasi jarak jangkauan serta ketepatan jatuh dari roket yang diuji coba," jelasnya.

Sementara itu, Deputi Menteri Negara Bidang Program Ristek mengatakan, persiapan dalam uji coba roket tersebut sudah melalui Standard Operating Procedur (SOP). Dalam persiapan, Kementrian Ristek bekerjasama dengan TNI dan warga setempat.

"Kita sudah mengamankan lokasi pada hari H, penjagaan dan rambu-rambu," ujar Teguh.

Ketika ditanya mengenai rencana relokasi uji coba, Teguh tidak bisa menjelaskan karena tidak adanya pilihan lain.

"Sarana prasarana kita terbatas. Kita memilih Lumajang karena cukup luas sehingga dianggap memadai," pungkasnya.

Pada 27 Januari 2010, untuk kedua kalinya, Lumajang digunakan untuk uji terbang roket tipe RX 1210 single stage dan RX1213/1210 dauble stage serta RKN 200. Rencana pengujian berjumlah 14 roket, akan tetapi hanya 10 roket yang sempat diterbangkan dan 4 roket sisanya tertunda karena terjadi musibah.

(mpr/irw)