Menristek Komentari Insiden Rudal

- detikNews
Kamis, 28 Jan 2010 17:27 WIB
Jakarta - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Suharna Suryapranata angkat bicara seputar insiden rudal nyasar yang mengakibatkan 2 orang luka-luka. Bagi dia, rudal diluncurkan  di lokasi uji coba rudal, bukan pemukiman warga.

"Jadi daerahnya itu memang lokasi untuk uji coba rudal, bukan diuji coba di areal yang pemukiman warga," kata Suharna usai melaporkan kekayaannya di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (28/1/2010).

Suharna menceritakan, ada 10 roket yang diuji coba. Pada saat mau melakukan uji coba, Kementerian Ristek dan PT Pindad melihat kondisi sedang angin kencang.

"Karena itu, kami tunggu sebentar sampai kondisi angin kondusif. Ketika sudah kondusif, baru kami luncurkan roket itu. Ternyata di atas udaranya masih kencang," papar dia.

Menurut dia, akibat kencangnya tekanan udara tersebut maka roket itu melenceng dan jatuh mengenai rumah penduduk. "Sebetulnya arahnya bukan ke situ. Kami sudah mengarahkan ke daerah uji coba," ujar Suharna.

Suharna menegaskan akan menanggung biaya penanganan korban. "Dan soal itu masih dipelajari. Saya waktu itu juga ada," kata Suharna.

Rudal yang diujicobakan oleh PT Pindad Malang jatuh menimpa gubuk yang dihuni oleh pasangan suami istri, Muhammad dan Tiyamah, warga Dusun Rekesan, Desa Pandan Arum, Kecamatan Tempeh, Lumajang, pada Rabu 27 Januari 2010.

Muhammad mengalami luka bakar. Sedangkan sang istri terpaksa diamputasi kakinya.



(aan/iy)