Saat tiba di lokasi, menteri berambut pendek ini langsung masuk ke dalam ruangan tempat ia praktek. Ia tersentak karena banyak sekali perubahan di tempatnya bekerja dulu.
"Wah, kalau 27 tahun lalu, merawat orang sakit gigi di sini tidak ada kursinya. Orang haya dirawat di bawah lalu kepalanya disandarkan ke lemari," kata Endang di lokasi, Minggu (29/11/2009).
Setelah masuk ke ruangan itu, Endang sempat terkejut karena dipajang 4 buah foto berukuran 5R saat ia masih muda. Dalam foto tersebut terlihat Endang masih berambut panjang dan mengenakan daster.
"Wah saya nggak punya ini dulu (sambil menunjuk salah satu foto)," tegasnya.
Dalam sambutannya, Endang kembali bercerita di Puskesmas tersebut sering kesulitan mendapatkan air bersih dan tidak ada pasokan listrik. Bahkan jika ada yang berobat, sangat jarang ada yang membayar dengan uang.
"Kalau ada yang berobat tidak bayar pakai uang tapi pakai ikan, telur, ayam. Alhamdulillah tidak kekurangan makanan," ceritanya.
Bagi Endang, Puskesmas Wai Pare akan menjadi kenangan manis tersendiri. Sebab di lokasi tersebut, ia banyak memperoleh ilmu dan pengalaman berharga.
"Walaupun saya menjadi menteri, hati saya tetap di Sikka," tutupnya.
(mad/iy)











































