DetikNews
Senin 21 Apr 2008, 14:43 WIB

Ratu Sinuhun Diminta Jadi Pahlawan Nasional

- detikNews
Palembang - Sejumlah aktivis perempuan di Palembang meminta pemerintah mengangkat Ratu Sinuhun sebagai pahlawan nasional. Sebab perempuan penyusun buku Simbur Cahaya pada abad ke-16 itu, merupakan tokoh yang banyak memperjuangkan persamaan hak kaum perempuan.

"Sudah pantas Ratu Sinuhun dijadikan tokoh nasional. Saat itu pemikirannya soal persamaan hak kaum perempuan sangat dijunjung masyarakat Sumsel, dan berpengaruh pada masyarakat Melayu di nusantara," kata aktivis perempuan Palembang, Rina Bakrie, yang dihubungi detikcom, tengah berada di Yogyakarta, Senin (21\/04\/2008).
 
Menurut Rina, yang memimpin organisasi perempuan dan anak Puspa Indonesia, sampai saat ini pemikiran Ratu Sinuhun masih banyak diyakini masyarakat melayu, seperti adanya denda atau hukuman yang berat bagi lelaki yang menggangu perempuan.

Hal yang sama dikatakan aktivis perempuan Dian Maulina. Menurut Dian yang kita aktif melakukan pendampingan perempuan di daerah pesisir pantai Timur Sumatera Selatan, Ratu Sinuhun juga menempatkan perempuan memiliki hak yang sama dalam pengelolaan lahan adat.

"Sangat pantaslah Ratu Sinuhun dijadikan pahlawan nasional," katanya.

Sementara budayawan Djohan Hanafiah keinginan aktifis perempuan Palembang mengusung Ratu Sinuhun sebagai pahlawan nasional merupakan suatu hal yang pantas didukung.
 
"Sebagi istri seorang raja, Ratu Sinuhun sangat peduli dengan nasib kaum perempuan di Sumatra Selatan maupun di bagian lain nusantara. Dia pun membuat buku yang berdasarkan nilai-nilai adat-istiadat dan ajaran Islam yang diyakininya untuk menempatkan perempan sejajar dengan kaum laki-laki," kata Djohan.

Bukti kepahlawanan Ratu Sinuhun dalam memperjuangkan hak perempuan ini dalam dibaca dalam buku Simbur Cahaya yang sampai saat ini masih ada. "Keturunan Ratu Sinuhun, yakni para wong Palembang," kata Djohan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatra Selatan Rachman Zeth saat dihubungi detikcom mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan usulan tersebut. "Bagus usulan itu, tapi itu kan perlu diseminarkan dan didiskusikan dahulu," kata Rachman.

Siapa Ratu Sinuhun?<\/strong>

Ratu adalah istri dari Pangeran Sido Ing Pasarean yang pernah berkuasa di Palembang pada 1642 Masehi. Makam Ratu Sinuhun berada di dekat makam suaminya dan guru agama mereka, Habib Muhammad Imam Alfasah, di pemakaman Sabongkingking, 2 Ilir, Palembang.

Kitab Simbur Cahaya merupakan kitab undang-undang hukum adat, yang merupakan perpaduan hukum adat yang berkembang secara lisan di pedalaman Sumatera Selatan dengan ajaran Islam.

Kitab undang-undang yang banyak diberlakukan bagi masyarakat pedalaman itu, terdiri atas 5 bab, yang membentuk pranata hukum dan kelembagaan adat di Sumatra Selatan, khususnya terkait persamaan gender perempuan dan laki-laki.
 
"Jadi, dia itu bukan hanya memikirkan kesetaraan perempuan dan laki-laki, juga mengatur seluruh lapisan masyarakat,” kata Djohan.
 
Kitab Simbur Cahaya itu berlaku hingga pemerintah Indonesia memberlakukan UU No.5 tahun 1979. "Saat Simbur Cahaya diberlakukan kondisi alam di Sumatra Selatan terjaga, tapi sejak UU No.5 Tahun 1979 diberlakukan, semuanya menjadi rusak, termasuk hukum adat," kata Djohan.
(tw/djo)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed