DetikNews
Selasa 03 April 2007, 16:07 WIB

Sejak 90-an 35 Praja IPDN Tewas, Hanya 10 Kasus yang Terungkap

- detikNews
Bandung - Kekerasan fisik kerap kali terjadi di kampus IPDN -- sebelumnya STPDN. Tewasnya Cliff Muntu bukan kejadian satu-satunya. Sejak 1990-an sampai 2005 tercatat 35 praja tewas.Namun dari total praja yang tewas, hanya 10 kasus saja yang terungkap di media massa.Banyaknya kasus praja IPDN yang tewas ini didasarkan hasil riset yang dilakukan dosen IPDN, Inu Kencana.Inu melakukan riset terkait disertasi doktornya -- yang belum disidangkan -- di Universitas Padjajaran. Disertasi itu berjudul Pengawasan Kinerja STPDN Terhadap Sikap Masyarakat Kabupaten Sumedang. Inu yang ditemui di depan kamar mayat RS Hasan Sadikin, Jalan Pasteur, Bandung, Selasa (3\/4\/2007), mengungkapkan, kekerasan di kampus IPDN bak fenomena gunung es.\\\"Hal-hal yang terungkap di media massa hanya sebagian kecil dari yang terjadi di lingkungan kampus itu,\\\" katanya.Data-data yang berhasil dihimpunnya dan dimasukkan dalam disertasinya, antara lain tentang kasus kematian di kampus yang berlokasi di Sumedang, Jawa Barat itu.Menurut dia, sejak 1990-an terjadi kematian sekitar 35 praja. Namun yang terungkap hanya 10 orang.Tahun 1994, Madya Praja Gatot dari Kontingen Jatim yang meninggal ketika menjalani latihan dasar militer dan dadanya retak.Tahun 1995, Alvian dari Lampung, meninggal di barak tanpa sebab.Tahun 1997, Fahrudin dari Jateng, meninggal di barak tanpa sebab. Tahun 1999, Edi meninggal dengan dalih sedang belajar sepeda motor di lingkungan kampus.Tahun 2000, Purwanto meninggal dengan dada retak. Tahun 2000, Obed dari Irian Jaya, meninggal dengan dada retak.Tahun 2000, Heru Rahman dari Jawa Barat yang meninggal akibat tindak kekerasan. Kasusnya sempat menjadi bahan berita. Kasusnya dilimpahkan di pengdilan.Tahun 2000, Utari meninggal karena aborsi dan mayatnya ditemukan di Cimahi.Tahun 2003, Wahyu Hidayat yang juga ramai diberitakan meninggal karena tindak kekerasan. Kasusnya dilimpahkan ke pengadilan.Tahun 2005, Irsan Ibo meninggal karena dugaan narkoba.\\\"Data ini saya kejar sendiri ketika saya berada dalam pengurusan senat. Yang aneh pelanggaran berat yang menyebabkan kematian, hanya sedikit sekali praja yang terlibat yang dikeluarkan,\\\" beber Inu.


(umi/nrl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed