DetikNews
Rabu 28 Maret 2007, 17:52 WIB

Zacky Makarim Beberkan Ketidaknetralan Unamet di Timtim

- detikNews
Jakarta - Mantan Ketua Satgas Panitia Penentuan Pendapat Timor Timur (P3TT) Mayjen Purn TNI Zacky Anwar Makarim mengungkapkan sejumlah kecurangan yang dilakukan United Nations Mission in East Timor (Unamet) dalam proses jajak pendapat di Timtim (Kini Timor Leste). Kecurangan ini yang menimbulkan kemarahan kelompok pro-integrasi.\\\"Ketidaknetralan Unamet ini sebenarnya memicu kekerasan yang terus berlanjut. Kekerasan yang dilakukan pro-kemerdekaan dibiarkan begitu saja sehingga ada upaya saling balas,\\\" kata Zacky dalam paparan di depan dengar pendapat II Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP) di Hotel Crowne Plaza, Jakarta, Rabu (28\/3\/2007).Menurut dia, dari data yang diperolehnya kekerasan yang dilakukan kelompok pro-kemerdekaan telah terjadi sejak Januari hingga Mei 1999.Misalnya upaya pengusiran dan pembakaran rumah warga transmigrasi, penghancuran kios-kios pedagang asal Makassar, pembantaian 11 orang di wilayah Ermena, dan 20 orang lain diculik pro-kemerdekaan. Selain itu, tewasnya 21 anggota TNI\/Polri menjelang jajak pendapat dilakukan.Tindakan pro-kemerdekaan, kata dia, telah dilaporkan kepada Unamet, tetapi tidak pernah digubris dan terlihat dibiarkan. Bahkan banyak kendaraan operasional Unamet digunakan oleh kelompok CNRT, Falintil, dan pro kemerdekaan yang bersenjata di sejumlah daerah.Ketidaknetralan bertambah ketika Unamet membuka kantor perwakilan di Dili, dan ada lowongan untuk staf lokal yang diisi pro-kemerdekaan.\\\"Unamet hanya menerima staf lokal yang terdiri dari mahasiswa dan aktivis pro-kemerdekaan yang mendapat rekomendasi gereja. Sedangkan 500 daftar lama pelamar dari pro-integrasi tidak pernah sampai,\\\" ujarnya.Zacky juga mengungkapkan ketidaknetralan Unamet terungkap ketika juru bicara Unamet David Windberg sering menyebarkan berita-berita yang menyudutkan TNI\/Polri, serta warga pro-integrasi.\\\"Pihak Unamet juga tidak pernah berupaya melucuti senjata Falintil,\\\" kata dia.Unamet juga tidak netral dalam pendirian TPS. Banyak warga Timtim yang tinggal di NTT tidak dibuatkan TPS, tetapi Unamet justru membuat TPS bagi warga Timtim di Portugal, Australia, Mozambik, dan Macao, serta AS.Pro-integrasi juga mengalami diskriminasi dalam pemilihan jejak pendapat karena hanya memiliki KTP Indonesia dan tidak dibaptis. Bahkan ada warga Australia yang merupakan anggota Unamet ditangkap polisi karena membawa 3 bundel kertas suara dan 648 lembar kertas suara yang telah dicoblos. Mereka yang ditangkap bernama Andrei, Carry dan Judith.\\\"Banyak staf Unamet tidak berada di Timtim. Tapi ada anggota Unamet dari negara lain yang ketangkap mabuk di Papua saat bertemu OPM,\\\" kata Zacky.Zacky juga mengaku punya data pembiaran yang dilakukan Unamet yang diketuai Ian Martin terhadap pelanggaran yang dilakukan staf Unamet lokal Timtim yang melakukan pengrusakan rumah, pengusiran warga, dan pemerkosaan.\\\"Kita selalu lapor ke Ian Martin, tetapi tidak pernah digubris paling dimutasi. Saya punya data dan dokumen siapa yang langgar, di mana kejadiannya, jam berapa dan siapa yang perkosa. Tetapi tidak saya ungkap di sini,\\\" kata Zacky. KKP lalu meminta data itu diserahkan oleh Zacky sebagai pertimbangan.


(aan/sss)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed