DetikNews
Jumat 15 September 2006, 13:17 WIB

Jika Ada Mud Vulcano, Jalur KA Porong Direlokasi

- detikNews
Surabaya - Seperti halnya yang dilakukan PT Jasa Marga, PT KA juga menyiapkan skenario relokasi rel kereta api jika semburan lumpur panas Lapindo Brantas Inc tak bisa dihentikan di Porong, Kabupaten Sidoarjo.Wacana yang sedang dalam pengkajian ini diungkap Kepala Humas PT KA Daop 8 Surabaya, Sudarsono, dalam bincang-bincang dengan detikcom di kantornya, Jl Gubeng Masjid, Surabaya, Jumat (15\/9\/2006).\\\"Jika memang itu mud vulcano<\/I> (gunung lumpur) maka lintas KA Porong - Tanggulangin tidak aman maka alternatifnya tak lain relokasi. Tapi direksi KA sampai saat ini masih berharap agar lumpur bisa berhenti dan gangguan lintasan KA bisa dihindari,\\\" kata Sudarsono. Namun waktu relokasi, kata Sudarsono, belum bisa dipastikan. Sebab proses mematikan semburan lumpur yang dilakukan Tim 1 belum tuntas. \\\"Soal biaya relokasi, saya kira Lapindo Brantas akan ikut menanggung tetapi bagaimana nantinya saya juga belum tahu,\\\" katanya tanpa bersedia menyebut perkiraan nominalnya.Selama ini, Daop 8 menyiapkan alternatif terburuk jika lumpur melumpuhkan rel Porong dengan cara mengalihkan jalur kereta api dari Surabaya-Malang dan Surabaya-Banyuwangi memutar ke Mojokerto. \\\"Dan itu jaraknya sangat jauh. Itu alternatif terburuk,\\\" ujarnya.Namun ke depan jika memang harus dilakukan relokasi, maka lanjut Sudarsono, jalur yang akan disiapkan adalah Bangil-Mojokerto (46 km) dan Sidoarjo-Tarik (25 km). Lintasan yang sedang dikaji ini tidak akan membutuhkan anggaran besar terkait pembebasan lahannya. \\\"Sebab di jalur yang memang nantinya harus relokasi itu adalah lahan milik PT KA. Jadi pembebasan lahannya tidak terlalu memakan biaya besar,\\\" katanya.Dua lokasi yang dipilih sebagai pengganti lintasan Porong-Tanggulangin itu, kata Sudarsono, dinilai masuk akal dan lebih efesien dari sisi waktu dibanding harus mengalihkan kereta melalui Mojokerto. \\\"Contohnya KA dari Banyuwangi ke Jakarta bisa langsung tanpa harus melewati Surabaya. Tapi itu semua masih rencana. Mudah-mudahan jalur Porong tetap normal selamanya,\\\" katanya.


(nrl/)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed