DetikNews
Rabu 16 Agustus 2006, 11:08 WIB

Jelang HUT Ke-61 RI

Jadikan Sjafruddin dan Mr Assaat Sebagai Mantan Presiden

- detikNews
Jakarta - Belum ada penghargaan yang cukup dari pemerintah terhadap Sjafruddin Prawiranegara dan Mr Assaat. Padahal, dua tokoh ini pernah memimpin Indonesia. Sebagai bangsa yang menghargai pahlawannya, sebaiknya pemerintah menetapkan Sjafruddin sebagai Presiden ke-2 dan Mr Assaar sebagai Presiden ke-3. Sjafruddin pernah menjadi Ketua Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada 1948-1949. Sementara Mr Assaat pernah menjabat Presiden RI sewaktu Indonesia berbentuk Republik Indonesia Serikat (RIS) pada 1949-1950. \\\"Presiden harus mengeluarkan Keppres atau aturan-aturan lain yang menetapkan urut-urutan presiden, memasukkan Sjafruddin Prawiranegara dan Mr. Assaat sebagai Presiden RI ke-2 dan ke-3,\\\" cetus Sejarawan LIPI, Asvi Warman Adam, kepada detikcom<\/B>, beberapa waktu lalu. Menurut Asvi, RI dianggap pernah mengalami kekosongan atau vakum pemerintahan, bila kedua tokoh ini tidak ditulis dalam sejarah sebagai presiden ke-2 dan ke-3. \\\"Bila tidak, maka RI pernah terputus sejarahnya,\\\" ujar Asvi yang mendapatkan doktor ilmu sejarahnya dari Universitas Sorbonne, Prancis ini.Asvi menjelaskan, Sjafruddin memimpin PDRI secara legal. Sebab, PDRI muncul berdasarkan perintah Presiden dan Wakil Presiden RI waktu itu, Soekarno-Hatta, untuk menjalankan peran pemerintah di medan gerilya.Beginilah versi urut-urutan Presiden Republik Indonesia menurut Asvi Warman Adam: 1. Presiden Soekarno (1945-1969) 2. Sjafruddin Prawiranegara, Presiden (Ketua) (PDRI) (1948-1949) 3. Mr Assaat, Presiden (RI-Yogyakarta) (1949-1950) 4. Presiden Soeharto (1967-1998) 5. Presiden Baharuddin Jusuf Habibie (1998-1999) 6. Presiden Abdurrahman Wahid (1999-2001) 7. Presiden Megawati Soekarnoputri (2001-2004) 8. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2009)Sementara Rosihan Anwar mengaku sudah membicarakan dengan Presiden SBY tentang status Sjafruddin Prawiranegara dan Mr Assaat. Intinya, Presiden SBY setuju apabila Sjafruddin dan Assaat diberi status mantan presiden. \\\"Pak SBY bilang sama saya, sudah setuju dan sudah kasih tahu untuk mencari dasar hukumnya, bagaimana kedudukan Pak Sjafruddin dan Mr Assaaat. Selama ini dua tokoh ini tidak pernah disebut-sebut. Orang tidak kenal lagi. Makanya, saya bilang, selama ini bangsa ini brengsek,\\\" tutur Rosihan.


(asy/)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed