detikNews
Minggu 30 April 2006, 09:19 WIB

Jabir Pernah Nyantri di Pesantren Al-Mukmin Ngruki

- detikNews
Jakarta - Dalam penggerebekan yang diwarnai aksi baku tembak di Desa Binangun Kecamatan Kretek, Kabupaten Wonosobo, Jateng, Sabtu (29\/4\/2006) pagi sekitar pukul 06.00 WIB, dua teroris tewas dan dua lainnya tertangkap. Salah satu yang tewas adalah Jabir alias Gempur Budi Angkoro. Nama Jabir mencuat setelah polisi menyebutnya sebagai tersangka pelaku peledakan bom di Kedubes Australia, Kuningan, Jakarta, 9 September 2004. Namun ada beberapa versi mengenai sosok Jabir. Versi pertama, Jabir alias Gempur Budi Angkoro. Dia adalah pengajar di Pesantren Darusy Syahadah, Boyolali, yang telah menghilang sejak Mei lalu tanpa diketahui alasan kepergiannya. Pimpinan Darusy Syahadah, Mustaqiem, beberapa waktu lalu mengaku dirinya belum mendapat penjelasan yang memadai apakah yang dinyatakan sebagai tersangka kasus teror oleh polisi itu memang Jabir alias Gempur Budi Angkoro yang berasal dari pesantrennya.Dipaparkannya, Jabir adalah salah seorang alumnus angkatan pertama pesantrennya tersebut. Setamat dari Darusy Syahadah, Jabir, lalu wiyata bhakti di Madura selama satu tahun. Namun pada tahun 2003, dia kembali ke Darusy Syahadah dengan maksud ingin mengajar. Sementara sumber lain menyebutkan, Jabir berasal dari Mojorejo, Madiun. Dia adalah sepupu Faturrachman Al-Ghozi, yang mati tertembak polisi Filipina dalam pelariannya beberapa saat lalu. Ayah Jabir, Rusman, adalah kakak kandung Rukanah, ibunda Ghozi. Jabir adalah anak ketiga di antara empat bersaudara.Disebutkan pula bahwa sebelum nyantri di Darusy Syahadah, Jabir sempat nyantri di Pesantren Al-Mukmin, Ngruki. Namun belum sempat tamat, dia memilih ikut keluar seiring terjadinya eksodus besar-besaran di pesantren itu pada tahun 1995 lalu.Salik Firdaus diyakini polisi sebagai salah satu pelaku bom bunuh diri pada peristiwa bom Bali II. Sumber di kepolisian menyebutkan keterlibatan Salik dalam aksi teror adalah atas pengaruh dari Jabir yang juga merupakan kakak angkatan Salik di Pesantren Darusy Syahadah, Boyolali.Sumber di kepolisian Surakarta mengatakan, dari data intelijen diketahui Salik merupakan generasi baru dalam barisan kelompok pelaku teror di Indonesia. Keterlibatannya itu akibat pengaruh atau ajakan dari seniornya yaitu Jabir alias Gempur Budi Angkoro.


(atq/)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed