DetikNews
Kamis 08 Desember 2005, 14:07 WIB

Salah Kaprah, Ahli Gizi Dukung Revisi 4 Sehat 5 Sempurna

- detikNews
Jakarta - Kenginan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla agar konsep makan 4 sehat 5 sempurna direvisi mendapat dukungan ahli gizi. Andang Gunawan yang terkenal dengan Food Combining<\/I> menilai, konsep 4 sehat 5 sempurna selama ini salah kaprah. \\\"Sangat bagus kalau pemerintah punya keinginan menyempurnakan konsep 4 sehat 5 sempurna. Selama ini kan aplikasinya salah kaprah,\\\" kata Andang saat berbincang dengan detikcom<\/B>, Kamis (8\/12\/2005).Selama ini, konsep 4 sehat 5 sempurna dipahami sebagai harus dikonsumsi sekaligus setiap jadwal makan. Maksudnya setiap makan baik makan pagi, siang atau pun malam, harus mengkonsumsi 4 sehat 5 sempurna. Artinya komponen 4 sehat 5 sempurna yakni nasi, sayur, lauk, buah dan susu, dikonsumsi sekaligus setiap sesi makan. Menurut Andang, konsep yang dipahami masyarakat tersebut telah salah kaprah. Konsep 4 sehat 5 sempurna memang bagus. Empat sehat yakni nasi, sayur, lauk dan buah memang sangat dibutuhkan tubuh. Sedangkan susu sebagai 5 sempurna tidak perlu ditekankan.Namun, menurut Pimred Majalah Kesehatan Nirmala itu, konsep tersebut sudah tidak sesuai lagi diterapkan secara saklek<\/I> karena zaman telah berubah. Konsep 4 sehat 5 sempurna yang dipahami harus dikonsumsi sekaligus, cocok diterapkan saat makanan yang diserap tubuh masih alami.\\\"Sekarang teknologi maju. Sudah banyak zat kimia di dalam makanan. Makin banyak kita makan, makin banyak zat kimia yang masuk ke dalam tubuh kita,\\\" kata Andang.Susu misalnya bagi Andang itu tidak perlu dikonsumsi. \\\"Faktanya kan sapi-sapi yang menghasilkan susu itu karena untuk industri disuntikin<\/I> zat kimia. Apa yang masuk ke hewan itu akan masuk pula ke tubuh kita. Nah ini yang kurang dipahami bahayanya,\\\" jelas Andang. Mengonsumsi 4 sehat 5 sempurna sekaligus untuk setiap sesi makan cocok diterapkan oleh orang zaman dulu. Zaman dulu, selain makanan dan kondisi alam masih alami, manusia juga banyak melakukan aktivitas fisik. Sementara manusia modern saat ini sangat sedikit melakukan aktivitas fisik. Akibatnya kalori dan gizi hasil dari mengonsumsi 4 sehat 5 sempurna sekaligus setiap sesi makan tidak bisa terserap habis. \\\"Apalagi sekarang menjamur makanan junk food<\/I> yang menomorsatukan nasi dan lauk, sementara tak ada sayur. Akibatnya timbullah obesitas yang disertai berbagai penyakit. Meski teknologi makin maju aneka penyakit zaman dulu seperti jantung tidak juga hilang. Itu akibatnya salah makan,\\\" jelas penulis buku Food Combining<\/I> yang laris manis itu. Lalu seperti apa 4 sehat 5 sempurna yang bagus? Menurut Andang, komponen 4 sehat 5 sempurna harus dikonsumsi secara bertahap. Setiap sesi makan hanya mengonsumsi beberapa komponen dari 4 sehat 5 sempurna. Selain itu, masalah pencernaan harus menjadi perhatian paling penting.


(iy/)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed