detikNews
Selasa 03 Desember 2019, 21:24 WIB

KPK Cecar 9 Eks Anggota DPRD Muara Enim soal Aliran Duit Kasus Bupati Ahmad

Ibnu Hariyanto - detikNews
KPK Cecar 9 Eks Anggota DPRD Muara Enim soal Aliran Duit Kasus Bupati Ahmad Foto: Rachman Haryanto/detikcom
Jakarta - KPK memeriksa 9 eks anggota DPRD Muara Enim terkait kasus dugaan suap Bupati Muara Enim, Ahmad Yani. Para mantan anggota DPRD Muara Enim itu dicecar soal dugaan aliran duit dari sejumlah pihak dalam kasus tersebut.

"Penyidik mendalami keterangan para saksi terkiat dugaan aliran dana pada pihak lain, baik di eksekutif ataupun legislatif, di Kabupaten Muara Enim," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (3/12/2019).

Sembilan anggota DPRD Muara Enim periode 2014-2019 diperiksa sebagai saksi untuk Bupati Ahmad Yani. Mereka adalah Indra Gani, Hendly Hadi, Faizal Anwar, Muhardi, Ahmad Fauzi, Verra Erika, Agus Firmansyah, Subahan, dan Piardi.

Bupati Ahmad Yani ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait kasus dugaan suap berkaitan dengan pekerjaan proyek di Dinas PUPR di Kabupaten Muara Enim. Ahmad Yani bersama Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan PPK di Dinas PUPR Muara Enim Elfin Muhtar ditetapkan sebagai tersangka penerima suap, sedangkan sebagai tersangka pemberi suap adalah Robi Okta Fahlefi dari PT Enra Sari.

Ahmad diduga menerima uang USD 35 ribu dari Robi. Uang tersebut diduga merupakan commitment fee 10 persen untuk mendapatkan 16 paket pekerjaan dengan nilai Rp 130 miliar.

Selain uang USD 35 ribu, KPK menduga Ahmad pernah menerima uang sebelumnya dengan total Rp 13,4 miliar. KPK menyebut uang Rp 13,4 miliar terkait berbagai paket pekerjaan di lingkungan kabupaten itu.
(ibh/fdn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com