detikNews
Jumat 15 November 2019, 12:38 WIB

SDN Filial Samarinda Memprihatinkan, Siswa Belajar di Ruang Kelas Rusak

Yovanda - detikNews
SDN Filial Samarinda Memprihatinkan, Siswa Belajar di Ruang Kelas Rusak Proses belajar mengajar di SDN 004, Berambai, Sempaja Utara, Samarinda, Kaltim, memprihatinkan/Foto: Yovanda-detikcom
Samarinda - Proses belajar mengajar di SDN 004, Berambai, Sempaja Utara, Samarinda, Kaltim, memprihatinkan. Sekolah itu hanya punya 2 ruang belajar yang sudah rusak.

Siswa kelas 1 hingga kelas 3 digabung dalam satu ruangan. Sedangkan satu ruangan lainnya digunakan untuk siswa kelas 4 hingga kelas 6.

Di sekolah ini hanya ada 2 orang guru. Statusnya honorer dengan gaji Rp 700 ribu per bulan. Sekolah ini berada di pedalaman perbatasan Kota Samarinda dengan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Herpina (25), guru di SDN 004 mengatakan sekolah ini satu-satunya harapan anak-anak perbatasan di Berambai. Murid yang bersekolah harus menempuh perjalanan hingga 5 kilometer.

 Proses belajar mengajar di SDN 004, Berambai, Sempaja Utara, Samarinda, Kaltim, memprihatinkan. Proses belajar mengajar di SDN 004, Berambai, Sempaja Utara, Samarinda, Kaltim, memprihatinkan. Foto: Yovanda-detikcom



"Di sini lokasinya jauh sekali dari Kota Samarinda maupun dari kabupaten Kutai Kartanegara. SD 004 filial (kelas jauh) ini satu-satunya sekolahan yang ada di sini. Ada siswa yang rela jalan kaki sampai 5 Km tiap hari untuk sekolah," katanya, Jumat (15/11/2019).

Semua siswa yang bersekolah tidak menggunakan sepatu, melainkan sandal. Rata-rata siswa di sekolah ini merupakan anak petani,

"Sekolah ini dibangun karena menjadi kebutuhan. Jika tidak ada sekolah ini, tidak ada anak-anak di sini yang sekolah. Karena kalau ke kota sangat jauh dan mereka tidak ada yang mengantar," elasnya.

Sekolah induk SDN 004, berada di Kecamatan Sempaja Utara, Kota Samarinda. Jaraknya puluhan kilometer dan melewati hutan. Jika mendekati waktu ulangan semester, Herpina harus berangkat ke sekolah induk untuk mengambil semua perlengkapan sekolah.

"Meski jauh tapi ini tanggungjawab kami sebagai guru. Kita semua bahagia melihat anak-anak di pedalaman ini bisa sekolah," ujarnya.

Meski menjadi satu-satunya SD yang dibutuhkan, namun kondisi sekolah sangat memprihatinkan. Bangunan semi permanen itu sudah banyak yang retak.





Atap bangunan sekolah juga mengkhawatirkan karena ada beberapa bagian yang bocor. Di beberapa sisi lantai sekolah mengalami kerusakan sampai amblas.

"Saya takut kalau hujan deras, khawatir bangunan akan roboh. Anak-anak kan tanggungjawab kami di sekolah, jadi memang harapannya gedung itu bisa diperbaiki," tuturnya.


 Proses belajar mengajar di SDN 004, Berambai, Sempaja Utara, Samarinda, Kaltim, memprihatinkan. Proses belajar mengajar di SDN 004, Berambai, Sempaja Utara, Samarinda, Kaltim, memprihatinkan. Foto: Yovanda-detikcom



Kondisi memprihatinkan ini sudah disampaikan ke Dinas Pendidikan Kota Samarinda. Namun pihak Disdik tak bisa berbuat banyak karena sekolah ini masuk kawasan Kutai Kartanegara.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda, Asli Nuryadin mengatakan pihaknya sudah pernah melakukan upaya perbaikan. Namun, usaha itu terganjal anggaran yang tersendat.

"Mau diperbaiki tapi masuk wilayah Kukar, jadi anggaran tersendat," katanya

Karena itu, Disdik Kota Samarinda akan segera melakukan koordinasi dengan Kabupaten Kukar untuk memastikan perbaikan sekolah.




Kemen PUPR Proaktif Tangani Sekolah Ambruk:

[Gambas:Video 20detik]




(fdn/fdn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com