detikNews
Jumat 08 November 2019, 17:47 WIB

Menag Anjurkan Doa Bahasa Indonesia, Ini Adab Berdoa yang Benar

Lusiana Mustinda - detikNews
Menag Anjurkan Doa Bahasa Indonesia, Ini Adab Berdoa yang Benar Adab berdoa. Foto: Ilustrasi Denny Putra/detikcom
Jakarta - Menteri Agama Fachrul Razi kembali menjelaskan soal doa dua bahasa yakni dalam bahasa Arab dan Indonesia. Terlepas dari hal itu, sebenarnya apa saja adab berdoa yang benar?

Dalam hal ini, Fachrul tak meminta doa seutuhnya diubah ke Bahasa Indonesia, namun dia meminta ada penekanan khusus di bagian tertentu seperti soal korupsi.



Doa adalah salah satu ibadah yang dianjurkan dalam agama. Dalam setiap doa kita dapat menyampaikan beberapa permintaan. Agar doa didengarkan dan dikabulkan oleh Allah, tentunya seseorang perlu memahami tata cara atau adab dalam berdoa dan berdzikir.

Orang yang berdzikir akan merasakan kehadiran Allah dalam hatinya. Karena ia menyadari bahwa Allah senantiasa bersamanya dan melindunginya.

Dikutip dalam buku berjudul "Keutamaan Doa & Dzikir untuk Hidup Bahagia Sejahtera" oleh M. Khalilurrahman Al Mahfani berikut adab berdoa dan tata cara yang dijelaskan oleh Imam al Ghazali dalam kitab Ihya Ulumiddin:


1. Dilakukan pada wakyu yang mulia seperti hari Jum'at, hari Arafah, bulan Ramadan serta Sepertiga malam.

2. Dilakukan dalam keadaan khidmat seperti pada waktu sujud, sebelum dan setelah sholat wajib.

3. Menghadap kiblat.

4. Ketika berdoa, hendaklah dimulai dengan memuji Allah SWT. Kemudian diiringi dengan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW dan diakhiri dengan keduanya.

5. Hendaklah membaca syahadat, memohon ampun kepada Allah atas segala dosa yang dilakukan baik sengaja maupun tidak.

6. Berdoa dengan merendahkan diri penuh harapan dan menggunakan bahasa yang sederhana serta suara yang lemah lembut. Seperti dalam firman Allah:

"Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut". (QS. Al A'raf: 55)


7. Bersabarlah dalam doa, tidak bosan dan putus asa

Firman Allah:

"Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolingan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) sholat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al- Baqarah: 153).


8. Jika seseorang berdoa untuk orang lain, hendaklah dia berdoa untuk dirinya terlebih dahulu, baru kemudian mendoakan orang lain.


9. Berdoa dengan ber-tawassul menggunakan nama-nama Allah SWT yang mulia dan sifat-Nya yang Maha tinggi atau dengan amal shaleh.

Firman Allah:

"Hanya milik Allah asma-ul Husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asama-ul husna itu." (QS: Al A'raf: 180).


10. Hendaklah berdoa dalam keadaan suci, memakai pakaian yang bersih serta mengonsumsi makanan dan minuman yang halal. Nabi Muhammad SAW bersabda:


"Tidak akan masuk surga setiap daging yang tumbuh dari makanan yang haram." (HR. Ahmad dan Darimi dari Jabir bin Abdullah).


Dalam berdoa sebaiknya juga menetapkan hati dalam berdoa dan menaruh harapan besar dalam berdoa.




Simak juga video "Anggota DPR ke Menag Fachrul: Saudara Harus Belajar Apa Itu Agama" :

[Gambas:Video 20detik]


(lus/erd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com