detikNews
2019/11/03 15:27:14 WIB

Celana Cingkrang: Dari Fesyen hingga Politik Identitas

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Halaman 1 dari 3
Celana Cingkrang: Dari Fesyen hingga Politik Identitas Ilustrasi Celana Cingkrang (Getty Images)
Jakarta - Topik soal pengaturan celana cingkrang kembali mencuat. Soalnya, Menag Fachrul Razi menggulirkan wacana soal pelarangan celana cingkrang di instansi pemerintahan karena identik dengan radikalisme. Padahal celana cingkrang bukan melulu soal ideologi, melainkan juga soal fesyen.

Celana cingkrang adalah celana yang panjang yang ujungnya tidak sampai mata kaki. Di dunia fesyen, celana cingkrang populer dikenal sebagai celana capri.

Sebagaimana dilansir The Independent, celana capri mulanya diperkenalkan oleh perancang busana Sonja de Lennart pada 1948. Kemudian dipopulerkan oleh pengusaha mode asal Inggris, Bunny Roger. Nama capri sendiri diambil dari nama pulau di Italia sana.


Popularitas celana capri makin naik ketika celana ini kerap dipakai oleh aktris Amerika Serikat (AS) ternama, Audrey Hepburn. Gara-gara sering dipakai oleh pemain film Breakfast at Tiffany's itu, celana capri menjadi populer pada medio 1950-an hingga 1960-an.

Bukan hanya Audrey, penyanyi pop tersohor Michael Jackson pun identik dengan celana capri. Celana capri inilah yang juga memudahkan Michael Jackson untuk melakukan gerakan menari moonwalk yang terkenal itu.

Berdasarkan kepopuleran celana capri ini, bisa dilihat bahwa celana cingkrang bukan melulu soal ideologi. Dalam buku berjudul 'Fashion in Focus' (2011) karya Tim Edward, dijelaskan bahwa penafsiran fesyen secara serampangan justru akan menciptakan politik pembedaan. Alias, satu bentuk fesyen tertentu akan menghasilkan stigma pada identitas kelompok masyarakat. Dari usia, ras, hingga jenis kelamin.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com