detikNews
2019/11/01 22:41:55 WIB

Round-Up

Anies Bergerak Cepat Ubah Sistem yang Dianggap Tak Smart

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Anies Bergerak Cepat Ubah Sistem yang Dianggap Tak Smart Anies Baswedan. (Foto: Dok. DiskominfoJKT)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bergerak cepat mengubah sistem anggaran DKI yang sudah digital tapi dianggap tidak smart. Anies mengatakan, sistem e-budgeting yang baru nanti masyarakat bisa terlibat dengan memberikan komentar.

Sistem e-budgeting ini akan diubah gegara heboh Rencana Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) DKI 2020 ramai dibahas, salah satunya anggaran lem Aibon senilai Rp 82 miliar.

Soal anggaran itu awalnya dibongkar oleh Anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana, Selasa (29/10/2019). Dia menemukan anggaran luar biasa untuk pengadaan lem Aibon.



Anies kemudian merespons kehebohan anggaran itu dengan menyebut sistem e-budgeting yang tidak smart. Akibatnya, masih ada masalah penganggaran selama bertahun-tahun.

"Iya, jadi sistemnya sekarang ini sudah digital, but not a smart system. Itu hanya digital aja, mengandalkan orang untuk me-review. Itu sudah berjalan bertahun tahun. Karena itu ini akan diubah, tidak akan dibiarkan begitu saja. Let's do it in a smart way," ucap Anies Baswedan kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Menurut Anies, sistem yang smart bisa mengoreksi kesalahan dalam proses menginput data. Sehingga kemungkinan munculnya anggaran yang aneh bisa dikurangi.

"Kalau smart system dia bisa melakukan pengecekan, verifikasi. Dia bisa menguji. Ini sistem digital tetapi masih mengandalkan manual," ucap Anies.



Anies menilai sistem e-budgeting ini menjadi masalah dalam penganggaran selama bertahun-tahun. Dia merasa mendapat 'warisan'.

"Ini problem muncul tiap tahun. maka yang kita koreksi adalah sistem nya. Sistem masih manual pengecekan manual maka ada puluhan ribu item. Saya kerjakan satu-satu kemarin. Tapi saya tidak berpanggung," ucap Anies.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com