detikNews
Selasa 29 Oktober 2019, 13:31 WIB

Remaja Perempuan di NTT Digantung dan Dipukuli karena Dituduh Curi Cincin

Ferdinan, Audrey Santoso - detikNews
Remaja Perempuan di NTT Digantung dan Dipukuli karena Dituduh Curi Cincin Foto: Ilustrasi: Fuad Hashim
Belu - Remaja perempuan Desa Babulu Selatan, Kabupaten Malaka, NTT disiksa kepala desa dan sejumlah warga. Remaja perempuan berinisial NB ini disiksa di aula karena dituduh mencuri cincin emas.

"Dituduh mencuri cincin lalu dibawa ke rumah yang ada aulanya terbuka terus dihakimi. Diikat tangannya lalu digantung dan dipukuli," ujar Kapolres Belu, NTT AKBP Christian Tobing saat dimintai konfirmasi, Selasa (29/10/2019).

Penyiksaan ini terjadi pada Rabu (16/10) malam. Saat itu korban datang ke rumah temannya berinisial RM untuk mengambil handphone yang sedang di-charge di rumah RM. Saat pulang, tiba-tiba korban diteriaki saudara RM yang meminta korban mengembalikan cincin.

Saat itu korban menurut polisi membantah mengambil cincin dari rumah RM. Namun korban dihampiri ke rumahnya lalu dipukul dengan kayu jati di bagian kepala.

Keesokan harinya, korban bersama ibunya kembali ke rumah RM. Di situ sudah berkumpul sejumlah saudara Niko Meak, ayah dari RM. Di situ korban kembali ditanya soal cincin.

"Korban tetap menjawab tidak mengambil cincin. Setelah menjawab korban dipukul terlapor MH sebanyak 4 kali," sambung Christian.

Dari situ, korban ditarik ke posyandu di Dusun Baitahu. Di lokasi dengan aula ini sudah berkumpul sejumlah orang.

Di sini korban diikat dengan tali nilon. Korban diinterogasi soal cincin yang hilang.

"Korban diikat kedua lengannya sampai kedua siku benar-benar rapat kemudian ditarik ke atas sampai posisi korban tergantung. Korban lalu dipukuli dan ditendang," sambung AKBP Christian.

Di tengah siksaan ini, korban berpura-pura mengaku mencuri cincin agar tak disiksa lagi. Korban kemudian berpura-pura pergi mengaku mengambil cincin.

"Korban lalu bersembunyi di sumur hingga akhirnya ditemukan ibu korban," kata Christian.

Kasus penyiksaan ini masih diselidiki polisi. Sejumlah orang sudah diamankan.
(fdn/fdn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com