detikNews
2019/10/23 11:52:46 WIB

Kapolda Metro Klaim Angka Kecelakaan di DKI Turun 23 Persen

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Halaman 1 dari 1
Kapolda Metro Klaim Angka Kecelakaan di DKI Turun 23 Persen Foto: Operasi Zebra Jaya (Grandyos Zafna)
Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengklaim angka kecelakaan lalu lintas di wilayah DKI Jakarta mengalami penurunan. Angka tersebut diambil dari hasil Operasi Patuh Jaya 2019.

"Angka kecelakaan lalu lintas secara keseluruhan untuk wilayah di DKI dan jajaran Polda Metro Jaya sudah alami penurunan 23 persen," kata Irjen Gatot Eddy Pramono kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Meski begitu, bukan tidak ada kecelakaan pada saat Operasi Patuh Jaya 2019.

"Kalau menurun bukan berarti nggak ada korban luka ringan dan berat atau meninggal dunia, masih ada," imbuh Gatot.

Gatot berharap operasi ini bisa menekan angka kecelakaan lalu lintas. Dia berharap angka kecelakaan lalu lintas setiap tahunnya semakin berkurang.




"Kita harus tekan terus angka kecelakaan lalu lintas seminimal mungkin. Makanya upaya kita salah satunya di Operasi Zebra ini," jelas Gatot.

Dikonfirmasi terpisah, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP M Nasir mengatakan data yang disebut oleh Irjen Gatot merupakan data dari hasil Operasi Patuh Jaya 2019 lalu. Dari data Operasi Patuh Jaya selama 8 hari itu kemudian dibandingkan dengan 8 hari biasa tanpa adanya operasi di tahun yang sama.

Hasilnya, data dari kepolisian menyebut angka kecelakaan lalu lintas turun hingga 23 persen.

"Itu data dari pelaksanaan Operasi Patuh dibanding sebelum operasi dengan waktu yang sama. Kecelakaan lalu lintas turun 23 persen," kata Nasir saat dikonfirmasi.

Diketahui, Operasi Patuh Jaya 2019 sudah berlangsung pada tanggal 29 Agustus sampai dengan 5 September 2019. Sasaran operasi lalu lintas ini, yaitu pengemudi yang melawan arus, pengemudi di bawah umur, pengguna rotator atau sirene bukan peruntukannya, menggunakan HP saat berkendara, pengendara motor yang tidak menggunakan helm SNI, pengendara yang menggunakan narkoba atau mabuk, dan pengendara yang berkendara melebihi batas kecepatan.

Sementara Operasi Zebra Jaya 2019 mulai digelar pada hari ini hingga 5 November 2019. Dalam operasi ini ada 12 jenis pelanggaran yang menjadi sasaran operasi yang hampir sama dengan pada saat Operasi Patuh Jaya.




(sam/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com