detikNews
Selasa 22 Oktober 2019, 08:37 WIB

Dapat Dana Desa Rp 73,25 M, Begini Lombok Timur Kelola Dana Desa

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Dapat Dana Desa Rp 73,25 M, Begini Lombok Timur Kelola Dana Desa Foto: kemendes PDTT
Lombok Timur -

Pulau Lombok merupakan salah satu pulau di Nusa Tenggara Barat yang menjadi magnet para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Lombok memang memiliki sejuta pesona, mulai dari pantai, gunung, sawah, kuliner, hingga budayanya.

Secara administratif, ada 4 kabupaten dan 1 kota di Lombok, yakni Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Lombok Barat, dan Kota Mataram. Masing-masing daerah menawarkan pariwisata yang begitu menarik perhatian.

Lombok Timur terdiri dari 21 kecamatan, 239 desa dan 15 kelurahan. Banyak desa-desa di Lombok Timur yang mengembangkan pariwisata. Wakil Bupati Lombok Timur, Rumaksi mengatakan ada banyak sekali program pemberdayaan masyarakat yang sudah dilaksanakan di Lombok Timur, salah satunya yakni pengembangan pariwisata.

Salah satu penyumbang dana untuk pengembangan pariwisata yakni berasal dari dana desa. Ia mengungkapkan bahwa tiap tahunnya, dana desa yang diterima Lombok Timur terus meningkat. Saat 2015, Lotim menerima Rp 73,25 miliar, sedangkan 2020 mendatang, Lotim mendapat anggaran hingga Rp 316,38 miliar.

"Pencairan dana desa ada 3 tahap. Tahap pertama diberikan 20% dengan persyaratan sudah menyerahkan laporan pertanggungjawaban dana desa tahun sebelumnya," jelasnya kepada detikcom beberapa waktu yang lalu.

Tahap kedua diberikan 40% dengan persyaratan sudah menyerahkan laporan pertanggungjawaban dana desa tahun sebelumnya ditambah dokumen APBDes tahun berjalan. Tahap ketiga diberikan 40% sisanya dengan persyaratan yang sama dengan tahap kedua ditambah laporan serapan anggaran tahun berjalan minimal 50%.

"Peruntukan dana desa tahun 2019 diprioritaskan untuk pendidikan, kesehatan, prasarana desa, peningkatan kapasitas, pembiayaan BUMDes," ucapnya.

Dapat Dana Desa Rp 73,25 M, Begini Lombok Timur Kelola Dana Desa

Wakil Bupati Lombok Timur, Rumaksi/Foto: Faidah Umu Sofuroh

Senada dengan Rumaksi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat desa Kabupaten Lombok Timur, Baiq Miftahul Wasli juga berujar bahwa pengembangan wisata Lotim sedang digalakkan. Bentuk dari pengembangan itu bermacam-macam, tergantung dengan potensi masing-masing desa.

"Kegiatan kami di PMD ini antara lain kita ada kegiatan semacam Bimtek (bimbingan teknis) dan sosialisasi juga sering kita lakukan. Namun karena sesuai dengan kapasitas kami di sini, kami mengemasnya di dalam, contoh kegiatan Bimtek yaitu pengelolaan BUMDes, di situ kami rangkaikan dengan termasuk juga pengembangan desa wisatanya," jelasnya.

Dengan semakin masifnya masyarakat desa dalam mengembangkan pariwisata desa, Baiq berharap, desa wisata ini akan bersinergi dengan BUMDes. Sehingga, masyarakat dapat terlibat langsung dan tujuan untuk mensejahterakan masyarakat itu bisa tercapai.

"Untuk ke depannya kita menginginkan bagaimana peran masyarakat sebanyak mungkin bisa terlibat dalam pengembangan desa wisata sehingga betul-betul bisa dirasakan dengan terbentuknya desa wisata ini masyarakat mendapat kecipratan dari desa wisata itu sendiri," harapnya. Informasi lainnya dari Kemendes PDTT bisa dilihat di sini.




(mul/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com