detikNews
Senin 21 Oktober 2019, 17:06 WIB

HNW Ungkap Jokowi Undang PKS ke Istana, tapi Belum Bisa Dipenuhi

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
HNW Ungkap Jokowi Undang PKS ke Istana, tapi Belum Bisa Dipenuhi Hidayat Nur Wahid (Foto: Screenshoot 20detik)
Jakarta - Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mengundang PKS ke Istana. Undangan itu disampaikan secara langsung kepada Hidayat.

"Benar (Jokowi mengundang PKS). Karena itu disampaikan ke saya langsung dan itu disampaikan ke Pratikno, dan saya juga dengan Pak Sohibul ditelepon oleh pejabat Istana lain, dan ada juga kawan-kawan dari partai yang menyampaikan hal itu," kata Hidayat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/10/2019).


Undangan itu disampaikan saat para pimpinan MPR bertandang ke Istana pada Rabu (16/10) lalu. Saat itu, kata Hidayat, Mensesneg Pratikno mengajaknya untuk berbicara langsung.

"Setelah pimpinan MPR bertemu Pak Jokowi, (undangan disampaikan) lisan secara langsung. Waktu itu ada konferensi pers kan, setelah konferensi pers itu saya dijawil Pak Pratikno dan diajak mojok dan kami berdua. Tapi Pak Sohibul juga sudah ditelepon oleh Istana," ungkapnya.

Hidayat menyebut partainya konsisten mengambil sikap berada di luar pemerintah dan mempertimbangkan suara konstituen mereka. Hidayat mengatakan PKS menyambut baik silaturahmi dengan Jokowi tapi mempertimbangkan waktu yang tepat.

"Berpolitik itu bekerja sama membangun negeri. Tapi timing-nya juga harus dipertimbangkan. Kalau timing-nya sekarang ini pasti framing-nya opini yang dibuat oleh rekan-rekan media atau siapa pun, PKS minta jabatan kursi, PKS deket-deket, mau koalisi, bla-bla-bla...," tutur Hidayat.

"Itu akhirnya buruk untuk semuanya. Buruk untuk demokrasi, terutama karena tidak ada lagi kemudian yang menjaga demokrasi," lanjut dia.


PKS, masih kata Hidayat, ingin menyelamatkan marwah demokrasi dengan tetap menjadi penyeimbang pemerintah. Hal itu, disebut Hidayat, juga telah disampaikan kepada Pratikno.

"Saya juga bilang kepada Pak Pratikno, 'Mas, Prof, apa kata dunia kalau semuanya masuk dalam kabinet? Demokrasi Indonesia bagaimana bentuknya?' Jadi kami ingin menyelamatkan marwah demokrasi, kami ingin menghadirkan demokrasi yang rasional, yaitu ada checks and balances," ucapnya.


Simak juga video "PKS: Ide Jokowi Ambil Seluruh Partai Politik Sesuatu yang Bahaya!" :

[Gambas:Video 20detik]


(azr/tor)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com