detikNews
2019/10/21 14:18:12 WIB

Kabut Asap di Sumsel Berpotensi Makin Pekat pada 22-24 Oktober

Raja Adil Siregar - detikNews
Halaman 1 dari 2
Kabut Asap di Sumsel Berpotensi Makin Pekat pada 22-24 Oktober Ilustrasi kabut asap (Foto: Dok. Antara Foto/Nova Wahyudi)
Palembang - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kini masih terjadi di beberapa daerah di Sumatera Selatan. Dalam catatan BMKG, intensitas kabut asap berpotensi meningkat selama 22-24 Oktober.

Berdasarkan catatan di BMKG Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, angin umumnya terjadi dari Timur-Tenggara dengan kecepatan 5-20 Knot atau 9-37 Km/jam. Hal Ini megakibatkan potensi masuknya asap ke wilayah Kota Palembang dan sekitarnya.

"Sumber dari LAPAN, hari ini tercatat beberapa titik panas di wilayah sebelah Tenggara Palembang dengan tingkat kepercayaan di atas 80%, berkontribusi asap ke wilayah Palembang yakni pada wilayah Banyuasin, Pampangan, Tulung Selapan, Pedamaran, Cengal, Lempung dan Pematang Panggang," terang Kasi Observasi dan Informasi BMKG bandara SMB II Palembang, Bambang Beni, Senin (21/10/2019).



Intensitas asap umumnya meningkat pada pagi hari pukul 04.00-08.00 WIB dan sore hari pukul 16.00-20.00 WIB dikarenakan labilitas udara yang stabil pada waktu-waktu tersebut. Fenomena asap diindikasikan dengan kelembapan rendah dengan partikel-partikel kering di udara.

Tidak hanya itu,, fenomena ini juga dapat mengurangi jarak pandang serta beraroma khas, perih di mata dan dapat mengganggu pernafasan. Termasuk potensi adanya campuran kelembapan yang tinggi dan membentuk fenomena kabut asap.

"Jarak pandang terendah pada pagi hari tanggal berkisar 600-900 meter dari jam 06.00-07.30 WIB. Kelembapan pada saat itu 91-90% dengan keadaan cuaca asap," katanya.



Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com